Cara Rahasia Menjadi Seperti Perawan Kembali

Minggu, 18 Juli 2010

Hernia Inguinalis Lateralis Dekstra Reponibel

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===
BAB I
PRESENTASI KASUS
SUMBER:
I.1. IDENTITAS
Nama : Turjono
Umur : 53 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Alamat : Karangsambung, Bawang, Wonosobo, Jawa Tengah
Tanggal Masuk : 21 April 2009
No. CM : 33 36 52
I.2. ANAMNESIS
A. Keluhan Utama : Terdapat benjolan di lipat paha kanan
B. Keluhan Tambahan : nyeri,
C. Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien dibawa orang tuanya ke IGD RSMS dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. Benjolan ini menurut pasien dan keluarganya ada sejak ± 1 tahun yang lalu. Benjolan terutama jelas saat pasien batuk, bersin, mengedan dan bila diberdirikan. Tapi saat pasien berbaring, benjolan tersebut hilang atau tidak nampak.
Pasien tidak bertambah gelisah dan rewel bila benjolan tersebut ditekan. Pasien tidak terlihat gelisah, jarang menangis dan perutnya jarang kembung.
Keluhan pasien ini menurut orang tuanya juga tidak disertai mual ataupun muntah.
D. Riwayat Penyakit Dahulu :
- Riwayat penyakit Jantung disangkal
- Riwayat penyakit Paru disangkal
- Riwayat penyakit Saluran Pencernaan disangkal
- Riwayat penyakit Genitalia disangkal
- Riwayat Pembedahan disangkal
E. Riwayat Penyakit Keluarga :
- Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan pasien.
I.3. PEMERIKSAAN FISIK
A. Keadaan Umum : Sedang, tenang
B. Kesadaran : Compos mentis
C. Vital Sign : Tekanan darah : 120/80 mmHg

Nadi : 88 x/menit,regular,

isi dan tegangan cukup

Respirasi : 24 x/menit

Suhu : 37,4 °C

D. Status Generalis
1. Kepala: Simetris, mesochepal, UUB sudah menutup sempurna, rambut tidak mudah dicabut
2. Mata : Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), pupil bulat isokor, refleks cahaya (+/+)
3.Hidung : Discharge (-/-), deviasi septum (-/-)
4. Telinga: Simetris, tidak ada kelainan, otore (-/-)
5. Mulut:Mukosa tidak hiperemis, bibir tidak kering, lidah tidak kotor
6. Leher: Trakea di tengah, limfonodi tidak membesar, tidak ada tumor
7. Thorax
- Paru-paru
Inspeksi : Simetris, retraksi tidak ada, ketinggalan gerak tidak ada
Palpasi : Vokal fremitus paru kanan sama dengan kiri
Perkusi : Sonor seluruh lapangan paru, batas paru hepar di SIC VI dekstra
Auskultasi : Suara dasar vesikuler, suara tambahan (-), ronkhi (-), Wheezing (-/-)
- Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Ictus cordis tak kuat angkat
Perkusi : Batas atas kiri SIC II LSB
Batas atas kanan SIC II RSB
Batas bawah kiri SIC IV LMC sinistra1 cm lateral
Batas bawah kanan SIC IV RSB
Auskultasi : S1 > S2 reguler, bising (-), gallop (-)
8. Abdomen
Inspeksi : Permukaan datar, tidak membesar, tidak cembung
Palpasi : Soeffle, nyeri tekan (-), kembung (-), defans muskular (-), Hepar/Lien tak teraba
Perkusi : Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) Normal
9. Costovertebrae
Inspeksi : Tidak ada deformitas
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Tidak ada nyeri ketok
10. Ekstremitas Superior dan Inferior
Oedem : Tidak ada
Sianosis : Tidak ada
Ikterik : Tidak ada
Deformitas : Tidak ada
B. Status Lokalis
Regio Inguinalis Dextra
Inspeksi : - Terlihat benjolan sebesar telur puyuh di daerah Inguinalis Dextra, diameter ± 2 cm.
- Saat pasien dibaringkan benjolan dapat masuk sendiri
- Warna kulit sama dengan daerah sekitarnya
- Tidak terdapat fistel
Palpasi : - Teraba benjolan, bentuk lonjong, sebesar telur puyuh, konsistensi kenyal, nyeri tekan (-)
- Benjolan dapat didorong masuk dengan jari kelingking dalam posisi pasien berbaring
- Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari
- Bila anulus inguinalis ditekan keluar benjolan
- Uji Transiluminasi (-)
- Fluktusi (-), ball ping pong fenomena (-), undulasi (-)
I.4. Resume
A. Anamnesis
Pasien laki-laki umur 53 tahun datang dengan keluhan :
- Terdapat benjolan pada lipat paha kanan sebesar telur puyuh
- Benjolan ada sejak ± 1 tahun yang lalu
- Benjolan jelas nampak saat pasien menangis, batuk, bersin, mengedan dan bila diberdirikan
- Saat berbaring, benjolan hilang atau tidak nampak
- Tidak bertambah gelisah dan kesakitan bila benjolan ditekan
- Perut pasien tidak kembung
- Jarang menangis
- Tidak sering terlihat gelisah
- Tidak disertai mual ataupun muntah
B. Pemeriksaan Fisik
Status Generalisata : Dalam batas normal
Regio Inguinalis Dextra
Inspeksi : - Terlihat benjolan sebesar telur puyuh di daerah Inguinalis Dextra, diameter ± 2 cm.
- Saat pasien dibaringkan benjolan dapat masuk sendiri
- Warna kulit sama dengan daerah sekitarnya
- Tidak terdapat fistel
Palpasi : - Teraba benjolan, bentuk lonjong, sebesar telur puyuh, konsistensi kenyal, nyeri tekan (-)
- Benjolan dapat didorong masuk dengan jari kelingking dalam posisi pasien berbaring
- Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari
- Bila anulus inguinalis ditekan keluar benjolan
- Uji Transiluminasi (-)
- Fluktusi (-), ball ping pong fenomena (-), undulasi (-)
I.5. DIAGNOSA KERJA
Hernia Inguinalis Lateralis Dekstra Reponibel
I.6. DIAGNOSIS BANDING
Abses Inguinalis
Limphadenitis
I.8. TERAPI
Operatif : Herniotomy
I.9. Prognosis :
Dubia ad bonam.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II. 1. Pendahuluan
Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang bersangkutan / Locus Minoris Resistentiae (LMR). Bagian-bagian hernia meliputi pintu hernia, kantong hernia, leher hernia dan isi hernia.
Sedangkan dikatakan hernia inguinalis lateral apabila hernia tersebut melalui annulus inguinalis abdominalis (lateralis/internus) dan mengikuti jalannya spermatid cord di canalis inguinalis serta dapat melalui annulus inguinalis subcutan (externus) sampai scrotum. Hernia inguinalis disebut juga hernia scrotalis bila isi hernia sampai ke scrotum.
Berdasarkan terjadinya, hernia dibagi atas hernia bawaan atau kongenital dan hernia didapat atau akuisita. Hernia diberi nama menurut letaknya seperti diafragma, inguinal, umbilikal, femoral.
Menurut sifatnya, hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk. Bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia ireponibel. Hernia eksterna adalah hernia yang menonjol ke luar melalui dinding perut, pinggang atau perineum. Hernia interna adalah tonjolan usus tanpa kantong hernia melalui suatu lobang dalam rongga perut seperti Foramen Winslow, resesus rektosekalis atau defek dapatan pada mesentrium umpamanya setelah anastomosis usus.
Hernia disebut hernia inkarserata atau hernia strangulata bila isinya terjepit oleh cincin hernia sehingga isi kantong terperangkap dan tidak dapat kembali ke dalam rongga perut. Akibatnya, terjadi gangguan pasase atau vaskularisasi. Secara klinis hernia inkarserata lebih dimaksudkan untuk hernia ireponibel dengan gangguan pasase, sedangkan gangguan vaskularisasi disebut sebagai hernia strangulata.
HERNIA INGUINALIS
II. 2. Definisi
Hernia yang melalui annulus inguinalis abdominalis (lateral/internus)
dan mengikuti jalannya spermatic cord di canalis inguinalis serta dapat melalui anulus inguinalis subcutan (externus), sampai scrotum
II. 3. Etiologi
Masih menjadi kontroversi mengenai apa yang sesungguhnya menjadi penyebab timbulnya hernia inguinalis. Disepakati adanya 3 faktor yang mempengaruhi terjadinya hernia inguinalis yaitu meliputi:
a. Processus vaginalis persistent
Hernia mungkin sudah tampak sejak bayi tapi kebanyakan baru terdiagnosis sebelum pasien mencapai usia 50 tahun. Sebuah analisis dari statistik menunjukkan bahwa 20% laki-laki yang masih mempunyai processus vaginalis hingga saat dewasanya merupakan predisposisi hernia inguinalis
b. Naiknya tekanan intra abdominal secara berulang
Naiknya tekanan intra abdominal biasa disebabkan karena batuk atau tertawa terbahak-bahak, partus, prostat hipertrofi, vesiculolitiasis, carcinoma kolon, sirosis dengan asites, splenomegali massif merupakan factor resiko terjadinya hernia inguinalis.
Pada asites, keganasan hepar, kegagalan fungsi jantung, penderita yang menjalani peritoneal dialisa menyebabkan peningkatan tekanan intra abdominal sehingga membuka kembali processus vaginalis sehingga terjadi hernia indirect.
c. Lemahnya otot-otot dinding abdomen
II. 4. Anatomi Regio Inguinalis
Anatomi Hernia
· Kulit, subkutaneus fat & fascia superfisialis
· Aponeurosis MOE
· MOI dan transverses abdominis serta conjoint tendon
· Fascia dan musculus cremaster
· Funiculus spermaticus
- Arteri spermatica
- Vena spermatica
- Vas deferens
· Processus vaginalis
· Ligamentum inguinale
· Arteri epigastrica inferior
· Trigonum Hasselbach
· Fascia m. transverses abdominis, annulus inguinalis internus, pre-peritoneal fat, peritoneum
II. 5. Gambaran Klinis
Gejala dan tanda klinik hernia banyak ditentukan oleh keadaan isi hernia. Dari anamnesis secara alloanamnesis dari orang tua pasien didapat benjolan sebesar telur puyuh di lipat paha kiri. Benjolan ini menurut orang tua pasien ada sejak ± 4 bulan yang lalu. Keluhan ini timbul pada waktu pasien menangis, batuk, bersin, mengedan dan bila diberdirikan. Namun ketika pasien berbaring, benjolan hilang atau tidak nampak. Sehingga pasien ini menderita hernia yang sifatnya reponibel.
Pasien ini tidak sering menangis, tidak terlihat gelisah dan perutnya tidak kembung sehingga dapat menyingkirkan kemungkinan hernia strangulata. Pasien ini juga tidak mual, muntah dan tidak terasa kesakitan sehingga dapat menyingkirkan hernia inkaserata.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
· Status generalis dalam batas normal
· Status lokalis :
Regio Inguinalis Dextra
· Inspeksi : - Terlihat benjolan sebesar telur puyuh di daerah inguinalis dextra.
- Saat pasien dibaringkan benjolan dapat masuk sendiri.
- Warna kulit sama dengan daerah sekitarnya.
- Tidak terdapat fistel.
· Palpasi : - Teraba benjolan, bentuk lonjong, sebesar telur puyuh, konsistensi kenyal, nyeri tekan (-).
- Benjolan dapat didorong masuk dengan jari kelingking dalam posisi pasien berbaring.
- Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari.
- Bila annulus inguinalis ditekan keluar benjolan.
- Uji Transiluminasi (-).
- Fluktusi (-), ball ping pong fenomena (-), undulasi (-).
II. 6. Penatalaksanaan
Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Tujuan dari operasi adalah reposisi isi hernia, menutup pintu hernia untuk menghilangkan LMR, dan mencegah residif dengan memperkuat dinding perut. Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomy, hernioraphy, dan hernioplasty.
Pada herniotomy dilakukan pembebasan kantong hernia sampai ke lehernya, kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau ada perlekatan, kemudian direposisi ke cavum abdomen seperti semula. Kantong hernia dijahit-ikat setinggi mungkin lalu dipotong. Pada hernioraphy leher hernia diikat dan digantungkan pada conjoint tendon (pertemuan m. transverses internus abdominis dan m. obliqus intenus abdominis). Pada hernioplastik dilakukan tindakan memperkecil anulus inguinalis internus dan memperkuat dinding belakang kanalis inguinalis.
Pada bayi dan anak-anak dengan hernia kongenital lateral yang faktor penyebab adanya prosesus vaginalis yang tidak menutup sedangkan anulus inguinalis internus cukup elastis dan dinding belakang kanalis cukup kuat, hanya dilakukan herniotomi tanpa hernioplastik.
Pada operasi hernia inguinalis, ada 3 prinsip yang harus diperhatikan, yaitu eksisi kantong hernia, ligasi tinggi kantong hernia, dan repair dinding kanalis inguinalis.
Tehnik operasi
· Insisi inguinal 2 jari medial SIAS sejajar ligamentum inguinal ke tuberculum pubicum
· Insisi diperdalam sampai tampak aponeurosis MOE → tampak crus medial dan lateral yg merupakan annulus eksternus
· Aponeurosis MOE dibuka kecil dengan pisau, dengan bantuan pinset anatomis dan gunting dibuka lebih lanjut ke cranial sampai annulus internus dan ke kaudal sampai membuka annulus inguinal eksternus.
· Funiculus dibersihkan, kemudian digantung dengan kain kasa dibawa ke medial, sehingga tampak kantong peritoneum
· Peritoneum dijepit dengan 2 pinset → dibuka → usus didorong ke cavum abdomen dengan melebarkan irisan ke proksimal sampai leher hernia. Kantong sebelah distal dibiarkan
· Leher hernia dijahit dengan kromik → ditanamkan di bawah conjoint tendon dan digantungkan.
· Selanjutnya dilakukan hernioplasty secara:
Ferguson
Funiculus spermaticus ditaruh disebelah dorsal MOE dan MOI abdominis MOI dan transverses dijahitkan pada ligamentum inguinale dan meletakkan funiculus di dorsalnya, kemudian aponeurosis MOE dijahit kembali, sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis.
Bassini
MOI dan transverus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinal, funiculus diletakkan disebelah ventral → aponeurosis MOE tidak dijahit, sehingga kanalis inguinalis tetap ada. Kedua musculus berfungsi memperkuat dinding belakang canalis sehingga LMR hilang
Halsted
Dilakukan penjahitan MOE, MOI dan m. transverses abdominis, untuk memperkuat / menghilangkan LMR. Funiculus spermaticus diletakkan di subkutis.
Tehnik operasi terbaru pada hernia inguinalis adalah menggunakan mesh, suatu materi prostese yang digunakan untuk memperkuat otot-otot di region inguinalis sehingga mengurangi timbulnya residif.
Keuntungan pemakaian mesh antara lain:
· Aman, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta kronik
· Efektif dan kuat
· Penyembuhan berlangsung lebih cepat
· Nyeri pasca operasi minimal
· Jarang menimbulkan komplikasi
II. 7. Prognosis
dari hernia jenis ini baik. Insidens residif bergantung pada umur, letak hernia, teknik hernioplastik atau herniotomi yang dipilih. Hernia inguinalis indirek pada bayi sangat jarang residif.
Sebenarnya residif lebih banyak terjadi pada hernia inguinalis medialis dibandingkan hernia inguinalis lateralis. Penyebab hernia inguinalis residif antara lain:
- Kelemahan pada saat melakukan identifikasi kantong hernia
- Terjadinya infeksi pada luka operasi
- Kondisi yang menyebabkan terjadinya kenaikan tekanan intra abdominal
- Kesalahan tehnik operasi, misalnya ketegangan penjahitan serta terjadinya kekurangan dalam menutup annulus inguinalis internus.
II. 8. Komplikasi
1. Perlekatan / hernia akreta
2. Hernia irreponibel
3. Jepitan → vaskularisasi terganggu→iskhemi→gangren→nekrosis
4. Infeksi
5. Obstipasi→obstruksi / konstipasi
6. Hernia incarserata → Illeus
BAB III
PEMBAHASAN
III. 1. Anamnesis
Dari anamnesis secara alloanamnesis dari orang tua pasien didapat benjolan sebesar telur puyuh di lipat paha kiri. Benjolan ini menurut orang tua pasien ada sejak ± 4 bulan yang lalu. Keluhan ini timbul pada waktu pasien menangis, batuk, bersin, mengedan dan bila diberdirikan. Namun ketika pasien berbaring, benjolan hilang atau tidak nampak. Sehingga pasien ini menderita hernia yang sifatnya reponibel.
Pasien ini tidak sering menangis, tidak terlihat gelisah dan perutnya tidak kembung sehingga dapat menyingkirkan kemungkinan hernia strangulata. Pasien ini juga tidak mual, muntah dan tidak terasa kesakitan sehingga dapat menyingkirkan hernia inkaserata.
III. 2. Pemeriksaan Fisik
Pada pemeriksaan fisik didapatkan :
· Status generalis dalam batas normal
· Status lokalis :
Regio Inguinalis Dextra
· Inspeksi : - Terlihat benjolan sebesar telur puyuh berdiameter ± 2 cm di daerah inguinalis dextra.
- Saat pasien dibaringkan benjolan dapat masuk sendiri.
- Warna kulit sama dengan daerah sekitarnya.
- Tidak terdapat fistel.
· Palpasi : - Teraba benjolan, bentuk lonjong, sebesar telur puyuh, konsistensi kenyal, nyeri tekan (-).
- Benjolan dapat didorong masuk dengan jari kelingking dalam posisi pasien berbaring.
- Finger test : Benjolan diraba dengan ujung jari.
- Bila annulus inguinalis ditekan keluar benjolan.
- Uji Transiluminasi (-).
- Fluktusi (-), ball ping pong fenomena (-), undulasi (-)
III. 3. Pendekatan Terapi
Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Tujuan dari operasi adalah reposisi isi hernia, menutup pintu hernia untuk menghilangkan LMR, dan mencegah residif dengan memperkuat dinding perut. Prinsip dasar operasi hernia terdiri dari herniotomy, hernioraphy, dan hernioplasty

Bengkak pada Pelir

BANTU CEGAH DAN ATASI BENGKAK PADA PELIR DENGAN BIN MUHSIN FENNEL UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===

Jangan menganggap remeh pembengkakan yang terjadi pada buah pelir atau zakar atau scrotum, apalagi di situ tempat sumber kejantanan seorang pria. Bisa jadi nantinya memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. Masih relatif lebih mudah untuk mengenali jenis kelainan buah pelir ini, cukup dari mengetahui keluhan, perjalanan penyakit serta penampakan bengkaknya itu. Memang untuk menegakkan diagnose pasti, membutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti test urine dan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Kelainan itu bisa berupa infeksi, proses radang, penumpukan cairan, hernia, puntiran (torsio) tangkai buah pelir atau bisa berupa suatu tumor. Hampir separuh dari kasus kelainan di buah pelir ini harus diselesaikan dengan pembedahan.

Dari umur penderita bisa membantu untuk menduga kelainan ini. Hampir tidak pernah ada kejadian torsio testis (puntiran buah pelir) pada laki di atas 30 tahun. Terbanyak kejadiannya pada golongan remaja atau umur belasan tahun. Jenis tumor testis juga berhubungan dengan faktor usia. Teratoma muncul pada umur 20 – 30 tahun sedangkan Seminoma pada 30 – 50 tahun. Selain dari umur, rasa nyeri dapat pula dijadikan patokan untuk membedakan kasus ini. Nyeri hebat yang munculnya dirasakan tiba-tiba, menyebar ke bagian atas pelipatan paha dan bisa disertai muntah merupakan gejala dari torsio. Tapi kalau nyeri itu munculnya perlahan dari hari ke hari, apalagi disertai panas badan hampir bisa dipastikan bahwa itu menefestasi dari proses infeksi buah pelir (epididymo-orchitis). Gradasi nyeri ini juga muncul pada kasus hernia, yang awalnya dirasakan cuma nek saja, rasa tidak nyaman hingga nyeri hebat kalau sudah terjadi penjepitan atau hernia inkarserata. Pada sebagian kasus lainnya justru nyeri kurang begitu dirasakan, bahkan tidak ada sama sekali, misalnya pada hydrocele (penumpukan cairan di rongga pelir), kiste epididymis atau pun tumor testis. Keterangan penderita lainnya yang bisa dijadikan informasi tambahan menyangkut riwayat buang air kecil, disertai rasa panas atau tidak dan juga apakah bengkak dan rasa tidak nyaman itu awalnya didahului oleh suatu kejadian trauma atau tidak.

Bengkak atau pembesaran itu bisa kelihatan merata dari pelir hingga ke pangkal, dekat dengan pelipatan paha yang kumungkinan itu adalah hernia inguinalis atakah pembesarannya terbatas pada pelirnya saja. Penampakan kulit yang licin lebih menandakan kalau itu akibat dari penumpukan cairan, seperti pada hydrocele dan hipoalbumin odema. Warna kulit kemerahan lebih menandakan suatu proses infeksi, warna gelap kebiruan curiga terhadap trauma atau benturan sedangkan warna kemerahan, lebih tebal dan gatal, jangan-jangan hanya suatu proses alergi akibat gigitan serangga…

Jika dilakukan perabaan, selain mengevaluasi rasa nyeri dibedakan pula apakah dari pembesaran itu masih bisa teraba buah pelir (testis)-nya atau tidak, apakah pembesaran itu kenyal, keras ataukah fluktuatif (perabaan seperti balon terisi cairan). Dalam keadaan testis yang tenggelam dilapisi cairan, jelas sulit untuk merabanya. Akan juga didapatkan test transluminasi –tembus cahaya- yang positif. Pembesaran yang keras di sekitar buah pelir membawa dugaan terhadap tumor atau tumpukan darah yang memadat (chronic haematocele). Ada juga kasus pelebaran pembuluh darah vena yang dikenal dengan nama varicocele, mesensasikan seperti cacing atau ‘a bag of worm’ pada perabaannya. Penderita akan merasakan nek, kemeng terutama saat disentuh.

Jika saat diraba merasakan nyeri dan pembangkakannya masih terbatas di bagian bawah pelir saja, mungkin dengan pemberian therapi obat serta istirahat yang cukup sudah akan dapat menanggulangi penyakit itu. Tapi jika nyeri itu berasal dari pembengkakan atau pembesaran yang merata dari pelipatan paha, pangkal hingga ke bagian bawah pelir, bisa jadi itu merupakan hernia yang masuk ke rongga pelir dan terjepit. Atau suatu nyeri yang dialami anak laki remaja munculnya mendadak saat istirahat dan pada pemeriksaan didapatkan bentuk buah pelir dengan posisi melintang, menandai bahwa itu gejala serta petunjuk khas suatu kasus torsio testis. Untuk kedua kasus yang terakhir ini, pembedahan emergensi menjadi pilihan tepat untuk penanganannya sebelum berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius dan mengancam….!

SUMBER: http://spesialisbedah.com/tag/hernia-inguinalis/

Hernia Inguinalis

BANTU CEGAH HERNIA INGUINALIS DENGAN BIN MUHSIN FENNEL. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===

Hernia Inguinalis

Definition :
Hernia Inguinalis adalah suatu keadaan dimana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis adalah saluran berbentuk tabung, yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Cause :
Biasanya tidak ditemukan penyebab yang pasti, meskipun kadang dihubungkan dengan angkat berat. Hernia terjadi jika bagian dari organ perut (biasanya usus) menonjol melalui suatu titik yang lemah atau robekan pada dinding otot yang tipis, yang menahan organ perut pada tempatnya. Pada pria, hernia bisa terjadi di selangkangan, yaitu pada titik dimana korda spermatika keluar dari perut dan masuk ke dalam skrotum. Hernia inguinalis direk menyebabkan terbentuknya benjolan di selangkangan, sedangkan hernia indirek turun ke dalam skrotum.

Sign & Symptoms :
Biasanya hernia inguinalis menyebabkan terbentuknya benjolan di selangkangan dan skrotum, tanpa rasa nyeri. Jika penderita berdiri, benjolan bisa membesar dan jika penderita berbaring, benjolan akan mengecil karena isinya keluar dan masuk dibawah pengaruh gaya tarik bumi.

Diagnose :
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Benjolan akan membesar jika penderita batuk, membungkuk, mengangkat beban berat atau mengedan.

Treatment :
Hernia inguinalis seringkali dapat didorong kembali ke dalam rongga perut.
Tetapi jika tidak dapat didorong kembali melalui dinding perut, maka usus bisa terperangkap di dalam kanalis inguinalis (inkarserasi) dan aliran darahnya terputus (strangulasi). Jika tidak ditangani, bagian usus yang mengalami strangulasi bisa mati karena kekurangan darah.
Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan usus ke tempat asalnya dan untuk menutup lubang pada dinding perut agar hernia tidak berulang.

Obat-obatan biasanya diberikan untuk mengatasi nyeri setelah penderita menjalani pembedahan.

Kadang setelah menjalani pembedahan penderita dianjurkan untuk memakai korset untuk menyokong otot yang lemah selama masa pemulihan.

Prevention :
Hernia inguinalis seringkali dapat didorong kembali ke dalam rongga perut. Tetapi jika tidak dapat didorong kembali melalui dinding perut, maka usus bisa terperangkap di dalam kanalis inguinalis (inkarserasi) dan aliran darahnya terputus (strangulasi). Jika tidak ditangani, bagian usus yang mengalami strangulasi bisa mati karena kekurangan darah. Biasanya dilakukan pembedahan untuk mengembalikan usus ke tempat asalnya dan untuk menutup lubang pada dinding perut agar hernia tidak berulang. Obat-obatan biasanya diberikan untuk mengatasi nyeri setelah penderita menjalani pembedahan. Kadang setelah menjalani pembedahan penderita dianjurkan untuk memakai korset untuk menyokong otot yang lemah selama masa pemulihan.

sumber :http://www.tanyadokter.com/disease.asp?id=1001317

KHASIAT BIN MUHSIN FENNEL - SYUMIR - ADAS

INSYA ALLAH BIN MUHSIN FENNEL - SYAMIR - ADAS bermanfaat untuk mengatasi :
  1. Buah pelir turun (orchidoptosis)
  2. Usus turun ke lipat paha (hernia inguinalis)
  3. Pembengkakan saluran sperma (epididimis)
  4. Penimbunan cairan di dalam kantung buah zakar (hidrokel testis)
  5. Meningkatkan gairah seks
  6. Merangsang dan memperkuat ereksi
  7. Mengatasi ejakulasi dini
  8. Meningkatkan daya hidup sperma
  9. Merangsang pembentukan hormon androgen
  10. Meningkatkan hormon estrogen
  11. Membantu proses penyembuhan kanker prostat
  12. Mengurangi rasa sakit akibat batu empedu dan membantu menghancurkannya
  13. Membantu melancarkan sistem peredaran darah ke organ seks dan alat vital
  14. Membantu merawat dan memperbesar payudara
  15. Membatu meningkatkan Air susu ibu (ASI) sedikit
  16. Sakit perut (mulas), perut kembung, rasa penuh di lambung, mual,muntah, diare,
  17. Sakit kuning (jaundice), kurang nafsu makan
  18. Satuk berdahak, sesak napas (asma)
  19. Haid: nyeri haid, haid tidak teratur
  20. Putih telur dalam kencing (proteinuria)
  21. Susah tidur (insomnia)
  22. Rematik gout
  23. Keracunan tumbuhan obat atau jamur.
  24. Mencegah dan mengobati hipertensi / darah tinggi
  25. Melancarkan sistem peredaran darah
  26. Membantu pertumbuhan anak
  27. Mengatasi radikal bebas
  28. Membantu mencegah dan mengobati sakit pinggang
  29. Menstabilkan sistem kekebalan tubuh
  30. Membantu mengendalikan berat badan dan mengatasi masalah - masalah akibat obesitas
  31. Adas berkhasiat sebagai Anti inflamasi , karminatif , diuretik , anti mikroba, antibakteri, dan antelmintik
  32. Daun berkhasiat mengatasi :batuk,perut kembung, koilk,rasa haus, dan meningkatkan penglihatan.
  33. Membantu mencegah dan mengobati Ambien / Wasir
  34. Membantu mencegah dan mengobati Biduran
  35. Membantu mencegah danmengobati demam
  36. Mencegah stuip pada anak
  37. Membantu menghilangkan nyeri
  38. Melancarkan haid
  39. Membantu memperlambat menopouse
  40. Peluruh kentut
  41. Mencegah dan mengobati jerawat
  42. Mencegah dan mengatasi pori - pori kasar
UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id

FENNEL / SYUMAR / ADAS Alternative Medicine

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===

Botanical Names

Botanical name:

  • Foeniculum vulgare

Parts used and where grown

The fennel plant came originally from Europe, where it is still grown. Fennel is also cultivated in many parts of North America, Asia, and Egypt. Fennel seeds are used in herbal medicine.

Health Concerns

Fennel has been used in connection with the following conditions (refer to the individual health concern for complete information):

RatingHealth Concerns
2StarsColic (fennel seed oil)
Colic (in combination with chamomile, vervain, licorice and lemon balm )
Indigestion and heartburn
1StarIrritable bowel syndrome
3Stars Reliable and relatively consistent scientific data showing a substantial health benefit.
2Stars Contradictory, insufficient, or preliminary studies suggesting a health benefit or minimal health benefit.
1Star An herb is primarily supported by traditional use, or the herb or supplement has little scientific support and/or minimal health benefit.

Traditional Use

Historical or traditional use (may or may not be supported by scientific studies)

According to the Greek legend of Prometheus, fennel was thought to have bestowed immortality.1 Fennel seeds are a common cooking spice, particularly for use with fish. After meals, they are used in several cultures to prevent gas and upset stomach.2 Fennel has also been used as a remedy for cough and colic in infants.

Active Constituents

Active constituents

The major constituents, which include the terpenoid anethole, are found in the volatile oil. Anethole and other terpenoids inhibit spasms in smooth muscles,3such as those in the intestinal tract, and this is thought to contribute to fennel's use as a carminative (gas-relieving and gastrointestinal tract cramp-relieving agent). Related compounds to anethole may have mild estrogenic actions, although this has not been proven in humans. Fennel is also thought to possess diuretic (increase in urine production), choleretic (increase in production of bile), pain-reducing, fever-reducing, and anti-microbial actions.4 Fennel was formerly an official drug in the United States and was listed as being used for indigestion.5

Dosage

How much is usually taken?

The German Commission E monograph recommends 1-1 1/2 teaspoons (5-7 grams) of seeds per day.6 To make a tea, boil 1/2 teaspoon (2-3 grams) of crushed seeds per 1 cup (250 ml) of water for ten to fifteen minutes, keeping the pot covered during the process. Cool, strain, and then drink three cups (750 ml) per day. As a tincture, 1-2 teaspoons (5-10 ml) can be taken three times per day between meals.

Side Effects

Are there any side effects or interactions?

No significant adverse effects have been reported. However, in rare cases fennel can cause allergic reactions of the skin and respiratory tract.7 Anyone with an estrogen-dependent cancer (e.g., some breast cancer patients) should avoid fennel in large quantities until the significance of its estrogen-like activity is clarified.

Are there any drug interactions?

Certain medicines may interact with fennel. Refer to drug interactions for a list of those medicines.

References

  1. Duke JA. CRC Handbook of Medicinal Herbs. Boca Raton, FL: CRC Press, 1985, 145-6.
  2. Mills SY. Out of the Earth: The Essential Book of Herbal Medicine. Middlesex, UK: Viking Arkana, 1991, 424-6.
  3. Forster HB, Niklas H, Lutz S. Antispasmodic effects of some medicinal plants. Plant Med 1980;40:303-19.
  4. Tanira MOM, Shah AH, Mohsin A, et al. Pharmacological and toxicological investigations on Foeniculum vulgare dried fruit extract in experimental animals.Phytother Res 1996;10:33-6.
  5. Hare HA, Caspari C, Rusby HH. The National Standard Dispensatory. Philadelphia: Lea & Febiger, 1916, 63, 1129.
  6. Blumenthal M, Busse WR, Goldberg A, et al. (eds). The Complete Commission E Monographs: Therapeutic Guide to Herbal Medicines. Boston, MA: Integrative Medicine Communications, 1998, 128-9.
  7. Blumenthal M, Busse WR, Goldberg A, et al. (eds). The Complete Commission E Monographs: Therapeutic Guide to Herbal Medicines. Boston, MA: Integrative Medicine Communications, 1998, 128-9.
Nama Botani

Botanical name:

Foeniculum vulgare
Suku cadang yang digunakan dan tempat tumbuh

Tanaman adas datang berasal dari Eropa, di mana masih tumbuh. Adas juga dibudidayakan di banyak bagian Amerika Utara, Asia, dan Mesir. biji adas digunakan dalam jamu.

Masalah Kesehatan



Adas telah digunakan sehubungan dengan ketentuan sebagai berikut (lihat keprihatinan kesehatan individu untuk informasi lengkap):

Rating Masalah Kesehatan
Kolik (adas minyak biji)
Kolik (dalam kombinasi dengan chamomile, vervain, licorice dan lemon balm)
Gangguan pencernaan dan mulas
Rongseng usus Sindrom
Handal dan relatif konsisten data ilmiah menunjukkan manfaat kesehatan besar.
Kontradiktif, tidak cukup, atau studi awal menunjukkan manfaat kesehatan atau manfaat kesehatan minimal.
Sebuah ramuan terutama didukung oleh pemanfaatan tradisional, atau herbal atau suplemen memiliki sedikit dukungan ilmiah dan / atau manfaat kesehatan minimal.
Gunakan Tradisional

Historis atau menggunakan tradisional (mungkin atau mungkin tidak didukung oleh penelitian ilmiah)

Menurut legenda Yunani Prometheus, adas dianggap berikan immortality.1 biji Adas adalah bumbu masakan yang umum, terutama untuk digunakan dengan ikan. Setelah makan, mereka digunakan dalam beberapa budaya untuk mencegah gas dan marah stomach.2 Adas juga telah digunakan sebagai obat untuk batuk dan kolik pada bayi.

Pendukung Aktif

Aktif konstituen

Unsur utama, yang meliputi anethole terpenoid, yang ditemukan dalam minyak atsiri. Anethole dan terpenoid lainnya menghambat kejang pada otot halus, 3 seperti yang ada di saluran usus, dan ini adalah untuk memberikan kontribusi pemikiran untuk menggunakan adas sebagai obat yg mengeluarkan udara (gas-relieving dan saluran pencernaan kejang-relieving agen). Terkait senyawa untuk anethole mungkin tindakan estrogenik ringan, walaupun ini belum terbukti pada manusia. Adas juga diduga memiliki diuretik (peningkatan produksi urin), meningkatkan koleretik (dalam produksi empedu), mengurangi rasa sakit, demam-mengurangi, dan anti-mikroba actions.4 sebelumnya Adas obat resmi di Amerika Serikat dan terdaftar sebagai digunakan untuk indigestion.5

Dosis

Berapa biasanya diambil?

Monografi Jerman Komisi E merekomendasikan 01-01 Januari / 2 sendok teh (5-7 gram) biji per day.6 Untuk membuat teh, rebus 1 / 2 teaspoon (2-3 gram) biji dihancurkan per 1 cangkir (250 ml ) air untuk sepuluh hingga lima belas menit, menjaga panci tertutup selama proses tersebut.Cool, strain, dan kemudian minum tiga cangkir (750 ml) per hari. Sebagai sebuah tingtur, 1-2 sendok teh (5-10 ml) dapat diambil tiga kali sehari di antara waktu makan.

Efek Samping

Apakah ada efek samping atau interaksi?

Tidak ada efek buruk secara signifikan telah dilaporkan. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi adas dapat menyebabkan reaksi alergi kulit dan pernapasan tract.7 Siapapun dengan kanker estrogen-tergantung (misalnya, pasien kanker payudara beberapa) harus menghindari adas dalam jumlah besar sampai pentingnya aktivitas estrogen-seperti yang dijelaskan .

Apakah ada interaksi obat?

obat tertentu dapat berinteraksi dengan adas. Lihat interaksi obat untuk daftar obat-obatan itu.

Referensi

Duke JA. CRC Handbook of Jamu. Boca Raton, FL: CRC Press, 1985, 145-6.
Mills SY. Dari Bumi: Buku Kedokteran Herbal penting. Middlesex, UK: Arkana Viking, 1991, 424-6.
Forster HB, Niklas H, S. antispasmodic Lutz efek dari beberapa tanaman obat. Tanaman Med 1980; 40:303-19.
Tanira IBU, AH Shah, Mohsin A, et al. Farmakologis dan investigasi toksikologi pada Foeniculum vulgare buah kering ekstrak pada hewan percobaan. Phytother Res 1996; 10:33-6.
Hare HA, C Caspari, HH Rusby. Standar Nasional Dispensatory. Philadelphia: Lea & Febiger, 1916, 63, 1129.
Blumenthal M, Busse WR, Goldberg A, et al. (Eds). Lengkap Komisi E Monografi: Panduan Terapi untuk Obat-obatan herbal. Boston, MA: Integrative Medicine Communications, 1998, 128-9.
Blumenthal M, Busse WR, Goldberg A, et al. (Eds). Komisi Lengkap E Monografi: Panduan Terapi untuk Obat Herbal. Boston, MA: Integrative Medicine Communications, 1998, 128-9.

Kacang Adas Bermanfaat Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
Maryam Moradov, ahli gizi mengatakan, kacang adas kaya dengan potasium dan magnesium yang bermanfaat bagi penderita tekanan darah tinggi dan dapat membuka pembuluh darah.

Ahli gizi, Maryam Moradov menambahkan, kacang adas juga kaya dengan asid folik. Sekalipun asid folik sensitif dengan panas, namun terkait kacang adas yang telah dimasak masih ditemukan kadar zat ini.

Selain itu, kacang adas juga kaya akan vitamin B6, asid folik dan zat besi yang bermanfaat bagi penderita kurang darah. Sementara kandungan mangan dan Zn kacang adas bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak," tambahnya. Ahli gizi Maryam Moradov juga menyebut kacang adas memiliki zat anti oksidan bernama Selenium yang mampu menangkal radikal bebas yang membahayakan badan. Kekuarangan Selenium dapat melemahkan kekebalan tubuh.

Spesifikasi

Kata ‘adas (عَدَس) merupakan kata benda. Bentuk satuannya adalah ‘adasah (عَدَسَة). ‘Adas (عَدَس) adalah nama tumbuh-tumbuhan sejenis kapas, ditanam dari bijinya yang dapat juga dimakan. Di dalam istilah Indonesia disebut juga ‘kacang adas’. Kacang adas berasal dari Asia, sekarang sudah dapat tumbuh di berbagai wilayah di dunia. Muhammad Farid Wajdi di dalam Dâ’irah Al-Ma‘ârif Al-Qarn Al-‘Isyrîn menyebutkan bahwa ‘adas (kacang adas) itu tergolong sayur-mayur yang banyak tumbuh di tanah Arab (Timur Tengah).

Para petani meng anggap ‘adas sebagai salah satu menu makanan mereka yang utama. Kacang adas banyak ditanam di daerah pe dalaman yang banyak air dan sedikit sekali ditanam di daerah pantai. Pe nyiraman tanaman ini dilakukan dengan sistem irigasi. Biasanya, kacang adas ditanam bersama an waktunya dengan gandum.



Di dalam Al-Qur’an, kata ‘adas (عَدَس) hanya disebut satu kali, yakni di dalam QS. Al-Baqarah [2]: 61, di dalam bentuk kata benda tunggal. Disebutnya kata ‘adas berkaitan dengan kerewel an umat Nabi Musa (Bani Israil). Mereka meng ada kan eksodus besar-besaran me nyeberangi Laut Merah.

Di dalam perjalanan menuju Tanah Harapan, tanah Kan‘an (Palestina), di dalam kondisi sulit di tengah gurun itulah mereka meminta hal-hal yang sulit didapat atau di penuhi. Mereka mengingin kan hal-hal, makanan, dan kebutuhan sehari-hari seperti yang telah mereka dapatkan di tanah Mesir dahulu.

Di dalam surat tersebut digambarkan mereka tidak tahan lagi bersama Nabi Musa karena hanya dengan satu macam makanan saja. Oleh karena itu, mereka mendesak Nabi Musa agar memohon kepada Tuhan supaya mereka memperoleh apa-apa yang tumbuh di bumi, yakni sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas, danbawang merah.

Secara kontekstual, Ayat 61 QS. Al-Baqarah [2] itu berbicara mengenai peringatan terhadap orang Yahudi di Madinah atas nikmat-nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada nenek moyang mereka, Bani Israil, terutama pengikut Nabi Musa, dan mengingatkan kembali akan watak buruk mereka agar jangan ditiru atau diulang lagi.

Sumber: www.Sabili.co.id

MINYAK ADAS

UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===

Minyak Adas

Sejarah

Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berkhasiat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanaman bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang. Adas merupakan satu dari sernbilan tumbuhan obat yang dianggap berrnukjizat di Anglo-Saxon. Di Indonesia telah dibudidayakan dan kadang sebagai tanarnan bumbu atau tanaman obat. Turnbuhan ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.800 m di atas permukaan laut, namun akan tumbuh lebih baik pada dataran tinggi. Asalnya dari Eropa Selatan dan Asia, dan karena manfaatnya kemudian banyak ditanam di Indonesia, India, Argentina, Eropa, dan Jepang.

Tanaman berumur panjang, tinggi 50 cm - 2 m, tumbuh merumpun. Satu rumpun biasanya terdiri dari 3 - 5 batang. Batang hijau kebiru- biruan, beralur, beruas, berlubang, bila memar baunya wangi. Letak daun berseling, majemuk menyirip ganda dua dengan sirip-sirip yang sempit, bentuk jarum, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, berseludang warna putih, seludang berselaput dengan bagian atasnya berbentuk topi. Perbungaan tersusun sebagai bunga payung majemuk dengan 6 - 40 ganggang bunga, panjang ibu ganggang bunga 5 - 1 0 mm, panjang gagang bunga 2 - 5 mm, mahkota berwarna kuning, keluar dari ujung batang. Buah lonjong, berusuk, panjang 6 - 10 mm, lebar 3 - 4 mm, masih muda hijau setelah tua cokelat agak hijau atau cokelat agak kuning sampai sepenuhnya cokelat. Namun, warna buahnya ini berbeda-beda tergantung negara asalnya.

Buah masak mempunyai bau khas aromatik, bila dicicipi rasanya relatif seperti kamfer. Adas menghasilkan minyak adas, yang merupakan hasil sulingan serbuk buah adas yang masak dan kering.

Ada dua macam minyak adas, manis dan pahit. Keduanya, digunakan dalam industri obat-obatan. Adas juga dipakai untuk bumbu, atau digunakan sebagai bahan yang memperbaiki rasa (corrigentia saporis) dan mengharumkan ramuan obat. Biasanya adas digunakan bersama-sama dengan kulit b atang pulosari. Daunnya bisa dimakan sebagai sayuran. Perbanyakan dengan biji atau dengan memisahkan anak tanaman.

Adas memiliki banyak nama, yakni : Hades (Sunda), adas, adas londa, adas landi (Jawa), Adhas (Madura), adas (Bali), wala wunga (Sumba).; Das pedas (Aceh), adas, adas pedas (melayu).; Adeh, manih (Minangkabau). paapang, paampas (Menado).; Popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), ; Papaato (Buol), porotomo (Baree). kumpasi (Sangir Talaud).; Adasa, rempasu (Makasar), adase (Bugis).; Hsiao hui (China), phong karee, mellet karee (Thailand),; Jintan Manis (Malaysia). barisaunf, madhurika (India/Pakistan)

Manfaat

Sebagai anti septik, penghilang racun, mengatasi masalah pencernaan, merangsang sistem pernafasan.Adas bermanfaat meningkatkan pengeluaran air seni (diuretik), membantu pengeluaran angin dari tubuh (karminatif), dan diare.

Beberapa masalah kesehatan yang bisa diatasi dengan adas adalah rematik, eksim, pembengkakan (edema), bisul, campak, cacar, buang air kecil kurang lancar, bau mulut, sariawan, amandel, demam, batuk, susah buang air besar (sembelit), mencegah tumor dan kanker, dan lain-lain.

Kandungan minyak atsiri dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan mikroba dan memberikan aroma harum dari kandungan limonennya. Kandungan flavonoid bermanfaat sebagai antiradang.

Komposisi

Buah : buah masak mengandung bau aromatik, rasa sedikit manis, pedas, hangat, masuk meridian hati, ginjal, limpa, dan lambung.

Daun : berbau aromatik Minyak dari buah : minyak adas (fennel oil).

Bagian tumbuhan yang bisa dimanfaatkan adalah buah masak yang telah dikeringkan dan minyaknya

KANDUNGAN KIMIA :

·Adas mengandung minyak asiri (Oleum Foeniculi) 1 - 6%

·mengandung 50 - 60% anetol

·lebih kurang 20% fenkon,

·pinen,

·limonen,

·dipenten,

·felandren,

·metilchavikol,

·anisaldehid,

·flavonoid,

·asam anisat dan,

·12% minyak lemak.

·Paling banyak dibuah atau biji

·Anetol 70 - 80%

·Tingkat keharuman sedang-tinggi dengan aroma ringan

·Kental

·Fenchon

·Limonen

·Estragol

·14 – 22% protein

·12 – 18,5% lemak

·Antioksidan (flaranold dan stigmasterol)

·Polifenop

·Gula

·Umneliferona

Kandungan anetol yang menyebabkan adas mengeluarkan aroma yang khas dan berkhasiat karminatif. Akar mengandung bergapten. Akar dan biji mengandung stigmasterin (serposterin).