Cara Rahasia Menjadi Seperti Perawan Kembali

Tampilkan postingan dengan label BUAH PELIR TURUN ( ORCHIDOPTOSIS ). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BUAH PELIR TURUN ( ORCHIDOPTOSIS ). Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Juni 2010

Infeksi Buah Zakar

CEGAH DAN BANTU OBATI INFEKSI BUAH ZAKAR ANDA DENGAN BIN MUHSIN FENNEL - ADAS . UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===

Siang dokter. Saya akan menikah dengan pacar saya. Sebelumnya ia pernah terkena penyakit turun berok (hernia) sehingga mengakibatkan testisnya membesar sebelah (kiri). Seiring berjalannya waktu testisnya sembuh ditandai dengan mengecilnya testis tapi herannya testisnya mengecil di luar ukuran normal dan akhirnya hilang sama sekali. Sekarang testisnya tinggal satu (kanan).

Pertanyaan saya:
1. Apakah kami masih bisa punya anak?
2. Terkena penyakit apakah dia?
3. Kalau memang terkena apakah saya tertular? (karena kami sudah berhubungan)
4. Apa yang harus saya lakukan untuk mengobati penyakitnya?

Terima kasih sekali atas bantuan dan informasinya dok ....
Dina, Jakarta

Jawab:
Dina... Kalau yg kamu sebutkan itu benar berarti yang terkena saat itu bukan turun berok tapi biasanya adalah infeksi yang menyerang buah zakar, biasanya disebabkan oleh virus. Kalau saat itu tidak diobati dengan benar ya seperti itu, dia akan mengecil dan menjadi tidak berfungsi lagi (tidak menghasilkan sperma), tapi kalau yang sebelah masih normal dan masih berfungi untuk kesuburan dan menghasilkan anak masuh terbuka kesempatannya.

Jadi sekarang ini pertahankan testis yg sebelah itu. Anjuran saya segera dicek kedokter untuk mencegah terjadinya halyang sama dengan testis yang sebelah lagi. Penyakit ini tidak menular ke wanita.

Dr.Ferry.

Kelainan Testis

RAWAT DAN BANTU PROSES PENYEMBUHAN TESTIS DAN PENIS ANDA DENGAN KONSUMSI RUTIN BIN MUHSIN FENNEL. UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
===
Kelainan Testis
DEFINISI
Testis (buah zakar) memeiliki 2 fungsi utama:
  • Membuat testosteron, yang merupakan hormon androgen (hormon pria yang utama)
  • Menghasilkan sperma.

  • PENYEBAB
    Testis bisa kurang aktif (keadaan ini disebut hipogonadisme) karena kelenjar hipofisa tidak menghasilkan hormon yang merangsang testis atau karena terdapat kelainan pada testis.
    Jika testis kurang aktif maka pembentukan androgen berkurang; pertumbuhan dan perkembangan seksual mengalami kemunduran, pembentukan sperma berkurang dan penis berukuran kecil.

    GEJALA
    Gejalanya bervariasi, tergantung kepada umur ketika kekurangan androgen terjadi.
    Pada janin laki-laki, kekurangan androgen yang terjadi sebelum kehamilan mencapai 12 minggu menyebabkan pembentukan alat kelamin yang tidak lengkap. Lubang uretra terletak di bagian samping bawah penis bukan di ujung penis atau terjadi pseudohermafroditisme pria (bayi laki-laki memiliki alat kelamin perempuan).
    Jika kekurangan androgen terjadi pada saat usia kehamilan telah melewati 12 minggu, maka janin laki-laki bisa memiliki penis yang sangat kecil (mikrofalus) atau testis yang tidak seluruhnya turun ke dalam kantung zakar.

    Kekurangan androgen pada masa kanak-kanak menyebabkan perkembangan seksual yang tidak lengkap. Suaranya tetap cempreng (bernada tinggi) dan perkembangan ototnya jelek. Penis, testis dan skrotum (kantung zakar) kurang berkembang. Rambut kemaluan dan rambut ketiak tipis dan jarang, lengan dan tungkainya sangat panjang.

    Kekurangan androgen setelah masa puber dapat menyebabkan lemahnya gairah seksual, impotensi dan kekuatan anak laki-laki yang berada dibawah normal. Testis mengkerut, kulit di sekitar mata dan bibir agar keriput, rambut badan tipis dan jarang serta tulangnya lemah.
    Jika penyebabnya adalah kelainan pada testis, maka bisa terjadi ginekomastia (pembesaran payudara).

    Sindroma Klinefelter ditemukan pada 1 diantara 700 kelahiran bayi laki-laki. Penyebabnya adalah kelainan kromosom.
    Anak memiliki 2 kromosom X dan 1 kromosom Y (XXY, seharusnya XY), bahkan beberapa diantara mereka memiliki lebih banyak lagi kromosom X.
    Biasanya kelainan ini baru terdeteksi pada masa puber, dimana anak tidak mengalami pematangan seksual yang normal.

    Anak laki-laki dengan sindroma Klinefelter memiliki testis yang kecil (kurang dari 1,9 cm), testisnya keras dan terisi dengan jaringan fibrosa. Payudara biasanya agak membesar dan proporsi kerangka tubuhnya abnormal, dimana tungkai lebih panjang dibandingkan dengan kepala dan batang tubuhnya.
    Mereka juga memiliki resiko menderita diabetes mellitus, penyakit paru menahun, varises vena, hipotiroidisme dan kanker payudara.
    Diagnosis ditegakkan melalui hasil analisa kromosom pada sel-sel yang didapat dari contoh darah.

    Anorkia bilateral (sindroma testis yang hilang) terjadi pada 1 dari 20.000 pria.
    Pada awal perkembangan tampaknya testis ada tetapi kemudian diserap oleh tubuh sebelum atau sesudah lahir.
    Tanpa testis, tidak akan terbentuk testosteron atau sperma sehingga pada masa puber tidak terbentuk karakteristik seksual sekunder pria dan mereka mandul.

    Ketiadaan sel Leydig kongenital menyebabkan terjadinya genitalia ambigus (pseudohermafrodit pria) karena testosteron yang dihasilkan tidak cukup untuk merangsang pembentukan alat kelamin laki-laki yang normal pada janin.
    Sel Leydig adalah sel di dalam testis yang dalam keadaan normal membentuk testosteron. Secara genetik mereka adalah laki-laki.

    Kriptorkidisme adalah suatu keadaan dimana salah satu atau kedua testis tetap berada dalam perut.
    Pada masa janin testis dibentuk di dalam perut dan biasanya akan turun ke dalam skrotum sesaat sebelum lahir.
    Pada saat lahir, sekitar 3% anak laki-laki mengalami kriptorkidisme, tetapi pada saat berumur 1 tahun, kebanyakan testisnya akan turun dengan sendirinya.
    Jika testis tidak turun, perlu dilakukan pembedahan untuk menempatkan testis ke dalam skrotum guna mencegah kemandulan atau torsio dan utnuk mengurangi resiko kanker testis. Pembedahan ini sebaiknya dilakukan sebelum anak berumur 5 tahun.

    Sindroma Noonan menyebabkan testis kecil yang menghasilkan sedikit testosteron.
    Gejala lainnya adalah:
    - selaput di leher
    - telinga yang letaknya rendah
    - kelopak mata turun
    - bertubuh pendek
    - jari manis tangan memendek
    - langit-langit mulut yang tinggi
    - kelainan jantung dan pembuluh darah.
    Pemeriksaan darah menunjukkan rendahnya kadar testosteron dan tingginya kadar LH (luteinizing hormone) dan FSH (follicle-stimulating hormone).

    Distrofi miotonik adalah suatu kelainan otot yang pada 80% kasus juga disertai dengan terjadinya kegagalan testiskuler.
    Testis digantikan oleh jaringan fibrosa dan biasanya tidak menghasilkan sperma.
    Gejala lainnya adalah:
    - kelemahan dan penciutan otot
    - kebotakan
    - keterbelakangan mental
    - katarak
    - diabetes mellitus
    - hipotiroidisme
    - tulang kerangkan yang abnormal tebal.

    DIAGNOSA
    Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik.
    Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
  • Pengukuran kadar testosteron, LH dan FSH
  • Analisa semen
  • Analisa kromosom.

  • PENGOBATAN
    Jika kelenjar hipofisa tidak menghasilkan LH dan FSH yang diperlukan untuk merangsang testis, maka diberikan testosteron.
    Kepada seorang anak laki-laki yang mengalami masalah psikis karena masa pubernya tertunda sehingga perkembangan seksualnya tidak sempurna, bisa diberikan suntikan testosteron selama 3 bulan. Pengobatan ini menyebabkan maskulinisasi tanpa menghentikan pertumbuhan anak.

    Kekurangan testosteron dapat diobati dengan suntikan testosteron 1-2 kali/bulan. Hormon diberikan dalam bentuk suntikan karena cara ini lebih aman dan dosis yang diperlukan lebih sedikit. Hormon ini juga tersedia dalam bentuk plester yang ditempelkan ke kulit.
    Pemberian testosteron akan mengembalikan keseimbangan di dalam tubuh dan merangsang pertumbuhan, perkembangan seksual serta kesuburan.
    Efek samping yang utama adalah penimbunan cairan, jerawat dan kadan ginekomastia.

    Kelainan kromosom tidak dapat disembuhkan tetapi gejalanya bisa diatasi dengan pemberian testosteron.

    Kadang dilakukan pembedahan untuk:
    - memperbaiki kelainan penis
    - memasukkan testis tiruan ke dalam skrotum (untuk tujuan kosmetik) tetapi testis tiruan ini tidak menghasilkan sperma maupun hormon
    - memindahkan testis yang tidak turun ke dalam skrotum sehingga testis bisa berfungsi secara normal.

    Buah Zakar Anak Baru Turun Satu


    JAGA KESEHATAN BUAH PELIR DANPENIS ANDA DENGANKONSUMSI RUTIN BIN MUHSIN FENNEL-SYUMAR -ADAS UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
    ===
    Selamat pagi dokter, saya mau tanya tentang anak saya yang lahir dengan satu buah zakar yang belum turun. Apa yang harus saya lakukan agar buah zakar anak saya dapat normal? Terimakasih.

    Eddy Margo, edyy_margo@yahoo.com.sg


    Jawaban

    Buah zakar yang tidak turun disebut undescended testis (UDT), artinya testis tidak turun pada tempatnya (skrotum/ kantung zakar). Testis berada tidak pada tempat yang seharusnya akan mengganggu spermatogenesis (pembentukan sperma) sehingga akan mempengaruhi kesuburan seorang laki-laki.

    Secara normal testis sudah turun saat anak lahir. Namun bila testis belum turun hanya satu (satu testis sudah turun) ke kantung zakar dan tidak ditemukan kelainan kelamin, dapat ditunggu hingga 6 bulan yang diharapkan akan turun sendiri.

    Tetapi bila 2 testis belum turun dan atau disertai kelainan kelamin, perlu tindakan segera karena ditakutkan terdapat kelainan alat kelamin. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan USG/MRI dan pemeriksaan hormon, untuk melihat apakah terdapat organ testis dan apakah terdapat kelainan yang lain dalam rongga perut.

    Dahulu tindakan yang dilakukan dengan segera operasi, tetapi dengan kemajuan tenologi, sekarang dapat dilakukan pemberian hormon HcG untuk menurunkan testis.

    Bila usia anak sudah di atas 2 tahun harus segera operasi dan tidak boleh ditunda. Testis terlalu lama di rongga perut (sampai usia di atas 2 tahun) tidak baik, karena dapat rusak dan dalam jangka panjang ditakutkan akan timbul keganasan (kanker testis).

    Dr Aditya Suryansyah SpA
    RSAB Harapan kita , Jln Let Jen.S Parman Kav 87, Slipi, Jakarta Barat, Telp 5668284
    RSIA Buah Hati, Jln Aria Putra 399, Sarua Indah, Ciputat, Telp 7463856(ir/ir)

    Buah Pelir Terpuntir = Kegawatdarutan bagi Pria!


    KURANGI RESIKO DAN BANTU KESEMBUHAN BUAH PELIR TURUN ( ORCHIDOPTOSIS ) DENGANKONSUMSI RUTIN BIN MUHSIN FENNEL UNTUK PEMESANAN HUBUNGI BIN MUHSIN HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.com
    ===

    Ada satu kondisi yang wajib dikenali oleh semua pria terkait dengan senjata biologisnya, yaitu kejadian Torsio Testis. Torsio testis merupakan suatu kegawatdaruratan yang merupakan akibat dari terpuntirnya saluran funikulus sprematikus (kabelnya testis). Terpuntirnya saluran tersebut berbahaya karena di dalam saluran itu terdapat pembuluh darah yang mensuplai nutrisi bagi buah pelir laki-laki, jadi jika pembuluh darah itu terpuntir maka buah pelir akan mati karena tidak mendapat nutrisi. Tentu saja kematian buah pelir merupakan malapetaka bagi kaum Adam yang ingin menghasilkan keturunan. Untungnya buah pelir itu diciptakan Yang Maha Kuasa berjumlah 2 buah, sehingga umumnya kematian satu buah pelir tidak banyak mengganggu fertilitas asalkan buah pelir satunya berfungsi dengan baik.

    Torsio testis, sekali lagi, merupakan kegawatdaruratan, artinya ketika kecurigaan bahwa hal ini mungkin terjadi maka ke ahli bedah urologi lah segera tujuannya, atau minimal ke dokter umum lainnya. Waktu toleransi dari kejadian hingga testis sungguh-sungguh mati adalah hanya 6 jam! Jika lewat dari waktu itu, pada umumnya testis sudah tidak akan kembali berfungsi lagi dengan cara apapun.

    Torsio testis umumnya terjadi pada anak laki-laki muda, tersering usia 20 tahun ke bawah, tetapi tentunya usia lebih tua pun masih mungkin terjadi apalagi jika dulu punya riwayat terjadinya torsio pada salah satu buah pelirnya. Seperti yang kita ketahui (tentunya kaum lelaki lebih tahu dalam hal ini), testis tergantung dalam kantung skrotum (zakar) masing-masing oleh kabel yang bernama funikulus spermatikus. Telur pada laki-laki memang unik karena berada di luar tubuh tidak seperti koleganya yang wanita, dimana telur (ovarium) terjadi di dalam perut. Hal ini sebenarnya, lagi-lagi, hadiah Yang Maha Esa, karena ternyata sel-sel sperma memang tidak tahan suhu terlalu panas seperti sepanas badan (36-an derajad celcius), jadi dengan menggantung agak keluar tubuh produksi sperma beserta penyimpanannya dapat optimal karena memang di zakar suhunya lebih rendah dari suhu di dalam perut. Namun sayangnya karena posisinya yang menggantung itu buah pelir gampang terpuntir.

    Umumnya kelainan ini banyak terjadi pada olahragawan yang banyak bergerak, misalnya lari disertai loncat-loncat,olahraga games seperti basket dan sepakbola, dan juga pada olahraga bela diri semacam taekwondo. Intinya kejadian puntiran seringkali terjadi pada gerakan yang berupa regangan berlebih pada selangkangan yang berulang-ulang. Segera setelah aktivitas itu dapat dirasakan sakit yang luar biasa di daerah pelir, bisa sampai mual dan muntah-muntah. Tampak daerah kantung zakar bengkak, merah serta posisi pelir didalamnya memendek karena berubah letak menjadi lebih horizontal (karena pengaruh kabelnya yang terbelit). Jika hal ini terjadi, entah Anda ragu atau tidak akan kejadian torsio, sebaiknya segeralah ke dokter ahlinya karena waktu penyelamatan tidak banyak yaitu <>

    Apa yang akan dilakukan dokter setelah memeriksa Anda? Umumnya untuk memastikan kasus yang berada dalam zona abu-abu, dokter akan meminta untuk dilakukan pemeriksaan USG, biasanya dari USG inilah diagnosa dengan lebih tepat dapat ditegakkan. Jikalau memang benar torsio yang terjadi, mau tidak mau naik meja bedah adalah satu-satunya tindakan penyelamat. Testis akan diperiksa saat operasi apakah masih mungkin hidup atau tidak, jikalau tidak mau tidak mau testis harus diangkat. Biasanya tindakan operatif diikuti pula dengan melekatkan (fixasi) testis satunya yang normal sebagai upaya pencegahan terjadinya torsio pada sisi satunya, karena memang resiko torsio untuk terulang memang cukup besar. Tindakan preventif berupa fixasi itu terutama lagi dilakukan pada testis yang satunya sudah mati dan diangkat karena dengan demikian testis yang masih normal menjadi tinggi nilainya (harta mahal), sehingga upaya pencegahan terulangnya torsio adalah menjadi sangat penting.

    Bagaimana jika ke dokternya telat atau lebih dari 6 jam? Walaupun sudah lewat dari 6 jam, segera ke dokter masih diwajibkan. Pembedahan akan dilakukan pula untuk memeriksa apakah testi masih dapat diselamatkan (kans nya sekitar 5-10 % saja), tetapi yang terpenting adalah untuk fixasi testis satunya agar kejadian tidak berulang. Jadi untuk kasus akut, torsio testis yang terjadi kurang dari 6 jam atau lebih tetap merupakan kegawat daruratan media yang harus segera dikenali dan diterapi dengan bedah.

    Pada beberapa kasus, torsio terjadinya ringan saja sehingga nyerinyapun hilang timbul dan kurang kentara, disini yang terjadi adalah torsio kronik. Seringkali kasus seperti ini tidak pernah membawa pasien ke dokter karena gejalanya memang tidak mengganggu, namun sayangnya proses kematian tetap terus berlangsung, walau dengan lebih perlahan. Dalam waktu lebihd ari 6 bulan gejalanya adalah testis bersangkutan akan menciut karena mati dan tidak disuplai pembuluh darah. Jika testis yang menciut ini terjadi sebaiknya kecurigaan ke arah torsio kronik perlu dicurigai dan lagi-lagi Anda harus ke dokter, namun kali ini bukan untuk menyelamatkan si testis yang menciut itu melainkan menyelamatkan si testis ‘mahal’ satunya yang masih hidup untuk difixasi sebagi upaya preventif.