Cara Rahasia Menjadi Seperti Perawan Kembali

Tampilkan postingan dengan label GLUKOMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GLUKOMA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2011

Glukoma, Si Pencuri Penglihatan

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT GLUKOMA.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati GLUKOMA, ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======
Reporter : Sudrajat
Juru Kamera : Dedi Effendi
Tayang : Rabu, 4 Januari 2006, Pukul 12 WIB.

indosiar.com, Jakarta - Mata, organ tubuh kita yang sangat vital. Dengan mata, kita melihat keindahan dunia. Tak bisa dibayangkan bila seseorang yang tadinya bisa melihat dunia, tiba-tiba menjadi buta.

Salah satu penyebab kebutaan adalah gloukoma, penyakit mata kronis dan progresif yang menyerang syaraf optik. Proses kebutaan saat produksi cairan didalam bola mata tersumbat, tekanan bola mata menjadi meningkat melebihi batas normal, 21 milimeter Hg, yang pada akhirnya merusak syaraf mata. Hubungan penglihatan ke otak pun menjadi terganggu dan terjadilah kebutaan.

Berbeda dengan katarak, kebutaan akibat glukoma sama sekali tidak bisa disembuhkan karena yang diserang syaraf mata. Kebutaan yang disebabkan glukoma dapat dicegah dengan pemberian obat-obatan, laser atau operasi saat gejala mulai tampak.

Glukoma akut ditandai dengan mata merah disertai sakit kepala dan muntah-muntah. Glukoma kronis, si penderita tidak merasakan apa-apa disekitar mata maupun kepala. Penglihatan seolah biasa saja, namun secara tiba-tiba si penderita mengalami gangguan. Sebaiknya jangan menggunakan apapun begitu gejala glukoma muncul.

Seperti yang dialami Suhud Hidayat. Pria berusia 51 tahun ini, sejak tahun 2004 lalu divonis menderita glukoma akut. Kini mata sebelah kirinya buta. Ia pernah dilaser, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Sejak itu ia kerap merasakan sakit kepala bagian kiri. Ia juga menderita penyakit diabetes dan jantung.

erbeda dengan Agus Setiawan. Pria berusia 56 tahun ini diserang glukoma bulan Juli lalu. Gejala awalnya ia kerap merasa pusing dan silau. Sejak itu penglihatannya menjadi buta. Setelah chek up ke dokter, ternyata tekanan bola matanya mengalami peningkatan mencapai 78 milimeter Hg. Tindakan pengobatan dengan tetes mata dan laser, tak banyak membantu. Akhirnya diputuskan untuk dioperasi.

Yang penting diketahui bagi penderita glukoma bahwa tindakan operasi tidak bisa membuat penglihatan mata kembali normal. Tindakan operasi sifatnya mencegah terjadinya kebutaan. Biasanya glukoma menyerang salah satu bola mata. Karena itu, jika salah satu bola mata sudah terserang hingga terjadi kebutaan, operasi perlu dilakukan pada bola mata satunya untuk menghindari kebutaan.

Adapun tindakan pencegahan sangat penting dilakukan sejak dini, apalagi usia sudah menginjak 40 tahun. Sulit melihat dekat, mempunyai keluarga yang menderita glukoma, adanya riwayat trauma sebelumnya. Selain faktor tersebut, penderita diabetes, jantung, hipertensi, juga menjadi faktor pemicu glukoma.(Idh)

SUMBER: http://www.indosiar.com/ragam/47875/glukoma-si-pencuri-penglihatan

Penyakit Glukoma

1Nama: Ratnadewi Hapsari
Asal: Jakarta, DKI Jakarta
Umur: 58 tahun
Profesi: Pensiunan Swasta
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2,5 tahun. Setelah minum 3 botolXAMthonePlus selama 2 minggu lebih, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


2Nama: Ida Suleha
Asal: Mojokerto, Jawa Timur
Umur: 56 tahun
Profesi: Pensiunan Negeri
Penyakit: Glukoma

Saya sudah pensiun beberapa tahun lalu dan menderita glukoma selama 1 tahun. Setelah minum 2 botol XAMthonePlus selama 2 minggu, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


3Nama: Juminawati
Asal: Sidoarjo, Jawa Timur
Umur: 57 tahun
Profesi: Penjual Sayur
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 1 tahun. Setelah minum 1 botolXAMthonePlus selama 5 hari, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa. Kalau sudah mau habis saya kurangi takarannya, dari 6 sendok makan menjadi hanya 3 sendok makan, tetapi tidak mengurangi kualitas dari XAMthonePlus.


4Nama: Yuliana Safitri
Asal: Surabaya, Jawa Timur
Umur: 58 tahun
Profesi: Pensiunan Swasta
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2 tahun. Setelah minum 1 botolXAMthonePlus selama 5 hari, mata saya bisa melihat kembali walaupun belum begitu jelas. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


5Nama: Bu Ali
Asal: Sidoarjo, Jawa Timur
Umur: 60 tahun
Profesi: Ibu Rumah Tangga
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2,5 tahun. Setelah minum 2 botolXAMthonePlus selama 2 minggu, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.

APA ITU GLUKOMA

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT GLUKOMA.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati GLUKOMA, ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

Apa itu glukoma? Glukoma adalah suatu kelompok penyakit mata. Penyakit ini meliputi tekanan mata yang terlalu tinggi bagi kesehatan mata, kerusakan pada saraf optik, dan hilangnya bidang (penglihatan)visual. Glukoma biasanya tak disertai gejala dan tanda-tanda khusus. Padahal jika glukoma tidak diatasi, dapat terjadi kebutaan total.

Saat penyakit bertambah parah,dapat terjadi ;

-hilangnya penglihatan sisi (juga disebut penglihatan peripheral )

-kesulitan fokus pada benda yang berjarak dekat

-munculnya lingkaran warna warni atau halo di sekitar cahaya

-pusing dan sakit mata

-penggantian kacamata yang cukup sering

-kesulitan menyesuaikan mata dalam kegelapan

Cara terbaik untuk mengetahui apakah memiliki glukoma adalah dengan melakukan pemeriksaan mata yang teratur dan lengkap. Pemerikasaan mata perlu dilakukan jika dalam diri memiliki ciri-ciri berusia diatas 60 tahun, memiliki kerabat yang terkena glukoma, memiliki kerabat yang terkena diabetes, dan memiliki kerabat dengan rabun jauh yang parah.

Pemeriksaan dapat dilakukan pada usia:

ü Pada usia 35 dan 40

ü Setelah usia 40, setiap dua tahun

ü Setelah usia 60 setiap satu tahun

ü Jika anda memiliki satu faktor resiko , maka lakukan setiap 1 tahun setelah berumur 30 tahun

Anda memerlukan pemeriksaan regular untuk menemukan perubahan dalam pandangan mata anda. Perlakuan terhadap glukoma akan berbeda untuk orang yang berbeda pula. Sebagian besar orang hanya perlu memberikan obat tetes,sementara sebagian lainnya mungkin memerlukan operasi. Jadi, glukoma adalah suatu kelompok penyakit mata, dan apabila kita mempunyai saudara dengan glukoma maka kita harus waspada dengan melakukan pemeriksaan mata ke dokter.

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT GLUKOMA.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati GLUKOMA, ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======
BUKITTINGGI - Data dari WHO (2011) menggambarkan bahwa saat ini terdapat 285 juta orang menderita gangguan penglihatan, 39 juta diantaranya mengalami kebutaan. Sembilan puluh persen penderitanya berada di negara berkembang. Sedangkan menurut data Riskesdas 2007, prevalensi nasional Glaukoma adalah 0,5% (berdasarkan keluhan responden). Sebanyak 9 provinsi mempunyai prevalensi Glaukoma diatas prevalensi nasional, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.

Demikian sambutan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan dr. Supriyantoro, Sp. P, MARS yang mewakili Menteri Kesehatan pada pembukaan Pencanangan Hari Glukoma dan The 8th Sumatera Ophthalmologists Meeting, tanggal 11 Maret 2011.

WHO telah mencanangkan Vision 2020 yakni “The Right to Sight”, yang terdiri dari tiga strategi, yaitu; Pertama, pengembangan pengendalian penyakit secara terintegrasi melalui penyediaan SDM, infrastrukstur dan teknologi yang saling menunjang disetiap tingkat pelayanan kesehatan. Kedua, Advokasi dan promosi Vision 2020 disetiap level pelayanan kesehatan dengan penguatan strategi yang mendukung vision 2020. Ketiga, kemitraan antar negara, organisasi profesi, NGO , WHO dan stakeholder lainnya.

Di Indonesia program ini dikenal sebagai Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan di Masyarakat. Implementasi dari program ini adalah hak dari setiap manusia untuk mendapatkan hak penglihatan yang baik dengan pelayanan kesehatan mata yang bermutu, merata dan terjangkau.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan menyampaikan bahwa data-data tersebut dilihat dari beberapa daerah yang menjadi prioritas kita dalam menanggulangi gangguan penglihatan dan kebutaan. Jejaring pelayanan kesehatan yang adekuat akan sangat membantu menanggulangi persoalan ini. Upaya Kesehatan Perorangan dan Masyarakat seperti Puskesmas, Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit rujukan lainnya diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan mata secara maksimal. Walaupun masih jumlah tenaga profesional di bidang kesehatan mata dan jumlah sarana prasarana yang mendukung dirasakan masih terbatas bila dibandingkan dengan besarnya masalah yang dihadapi, secara bertahap kita akan meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kesehatan mata ini dengan upaya menambah dan meningkatkan kualitas sumber daya tenaga kesehatan profesional khususnya spesialis mata dan meningkatkan jumlah fasilitas sarana dan prasarana yang menunjang.

Beberapa kasus penyakit mata yang mengancam terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan sesungguhnya dapat dideteksi sejak dini, seperti penyakit Glaukoma, yang diharapkan telah dapat diketahui sejak dini di tingkat Puskesmas. Oleh karenanya tenaga kesehatan di Puskesmas harus memiliki kemampuan dasar dalam mendeteksi kelainan pada berbagai penyakit mata yang mengancam gangguan penglihatan atau kebutaan ini.

Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama antara Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi, Swasta dan masyarakat. sehingga diperlukan koordinasi yang baik antara Fasyankes/Rumah sakit, Dinas Kesehatan serta Kementerian Kesehatan dalam menghadapi setiap permasalahan yang timbul di masyarakat terkait kesehatan mata. Kementerian Kesehatan sangat mendukung setiap upaya yang dilakukan dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu dapat diwujudkan bila para petugas kesehatan dapat melaksanakan dan meningkatkan profesionalismenya secara bersungguh-sungguh. Tuntutan akan mutu juga akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-haknya, serta dipengaruhi oleh tuntutan globalisasi dan masuknya pasar bebas ke Indonesia saat ini.

Dirjen mengungkapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga profesional khususnya di bidang kesehatan mata yang telah mendedikasikan ilmunya untuk meningkatkan kesehatan mata masyarakat Indonesia. Para dokter spesialis mata, dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya diharapkan tetap konsisten dan meningkatkan mutu layanan yang nantinya diharapkan Indonesia akan bebas dari gangguan penglihatan dan kebutaan. Humas

Teknik Baru Mendeteksi Glukoma

HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT GLUKOMA.
=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati GLUKOMA, ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======
TEMPO Interaktif, San Fransisco - Para ilmuwan melaporkan kemajuan sebuah uji coba yang dapat menjadi langkah revolusioner dalam mendiagnosis glukoma, penyebab kebutaan, melalui pendekteksian penyakit lebih awal sebelum terjadinya kerusakan permanen.
Mereka melaporkan penemuan itu pada Pertemuan Nasional Masyarakat Kimia Amerika di San Fransisco, Amerika Serikat, 24 Maret 2010.

"Kami berharap ini akan bermanfaat bagi jutaan pasien glukoma dan individu-individu yang berisiko menderita penyakit mata di dunia," kata Chenxu Yu, Ph.D., yang mengepalai studi ini.

Glukoma adalah kelainan mata yang dapat merusak saraf optik--saraf yang membawa informasi visual dari mata ke otak. Ini biasanya terjadi ketika tekanan cairan di dalam mata perlahan-lahan meningkat dari waktu ke waktu. Cairan menekan pada saraf optik dan merusaknya. Glukoma menimpa sekitar 70 juta orang di seluruh dunia, termasuk sekitar 2 juta di Amerika Serikat. Penyakit ini merusak penghilatan secara diam-diam, tanpa menunjukkan gejala-gejala yang jelas.

Dokter sekarang menggunakan dua teknik utama untuk mendeteksi penyakit ini. Pertama adalah tes tonometry, yang mengukur tekanan mata dengan menyentuhkan dengan lembut sebuah alat khusus ke permukaan mata luar. Teknik kedua, ophthalmoscopy. Dengan tekni ini, dokter spesialis mata menggunakan alat yang disebut ophthalmoscope untuk melihat langsung melalui pupil mata pada saraf optik. Warna dan penampilan saraf dapat menunjukkan adanya kerusakan glukoma.

"Kita perlu cara untuk mendiagnosis glukoma sejak awal, sebelum terjadi kerusakan permanen, sehingga pasien dapat mulai minum obat," kata Yu.

Dalam laporannya, Yu dan rekannya menjelaskan pengembangan dan pengujian awal yang potensial sebagai metode baru diagnosis. Mereka menggunakan sebuah alat andalan di dalam laboratorium kimia bernamaRaman spectroscopy. Teknik ini sebagaimana yang digunakan di laboratorium kimia dan laboratorium lain dengan memfokuskan seberkas sinar laser inframerah - yang tidak terlihat mata manusia - ke sampel uji untuk mendapatkan informasi tentang komposisi sampel. Dengan penyinaran menggunakan sinar laser melalui pupil mata, sel-sel saraf optik (sel ganglion retina) di dalam mata menyebarkan cahaya, menghasilkan pelangi seperti "spektrum" atau pola yang mengungkap komposisi kimia sel. Ilmuwan kemudian dapat menggunakan snapshot untuk mengidentifikasi perubahan biokimia di sel-sel retina yang menunjukkan kehadiran glukoma.

"Ini teknik yang sangat menjanjikan," kata Yu, seorang asisten profesor di Iowa State University di Ames.

ScienceDaily/Ngarto Februana

TESTIMONI Penyakit Glukoma

1Nama: Ratnadewi Hapsari
Asal: Jakarta, DKI Jakarta
Umur: 58 tahun
Profesi: Pensiunan Swasta
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2,5 tahun. Setelah minum 3 botolXAMthonePlus selama 2 minggu lebih, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


2Nama: Ida Suleha
Asal: Mojokerto, Jawa Timur
Umur: 56 tahun
Profesi: Pensiunan Negeri
Penyakit: Glukoma

Saya sudah pensiun beberapa tahun lalu dan menderita glukoma selama 1 tahun. Setelah minum 2 botol XAMthonePlus selama 2 minggu, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


3Nama: Juminawati
Asal: Sidoarjo, Jawa Timur
Umur: 57 tahun
Profesi: Penjual Sayur
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 1 tahun. Setelah minum 1 botolXAMthonePlus selama 5 hari, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa. Kalau sudah mau habis saya kurangi takarannya, dari 6 sendok makan menjadi hanya 3 sendok makan, tetapi tidak mengurangi kualitas dari XAMthonePlus.


4Nama: Yuliana Safitri
Asal: Surabaya, Jawa Timur
Umur: 58 tahun
Profesi: Pensiunan Swasta
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2 tahun. Setelah minum 1 botolXAMthonePlus selama 5 hari, mata saya bisa melihat kembali walaupun belum begitu jelas. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.


5Nama: Bu Ali
Asal: Sidoarjo, Jawa Timur
Umur: 60 tahun
Profesi: Ibu Rumah Tangga
Penyakit: Glukoma

Saya menderita glukoma selama 2,5 tahun. Setelah minum 2 botolXAMthonePlus selama 2 minggu, glukoma saya membaik, saya bisa melihat kembali. Saya minum 30 ml atau setara dengan 6 sendok makan per hari. XAMthonePlus memang luar biasa.