Cara Rahasia Menjadi Seperti Perawan Kembali

Tampilkan postingan dengan label Leukemia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Leukemia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

PAKET OBAT LEUKEMIA / KANKER DARAH 30 botol ( XAMTHONE PLUS DARI BIN MUHSIN )





UNTUK BELANJA ONLINE PAKET LEUKEMIA / KANKER DARAH
KLIK www.binmuhsingroup.com
DETAIL PRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.com
HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797
@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster
binmuhsin_group@yahoo.co.id
ISI 350 ML / BOTOL
DENGAN BELANJA PAKET ANDA BERHEMAT JUTAAN RUPIAH. HARGA RESMI ECERAN XAMTHONE PLUS AREA 3 ADALAH Rp.277.000,- x 30 botol = Rp.8.310.000,- . HARGA PAKET BIN MUHSIN 30 BOTOL XAMTHONE PLUS 5 JUTA DAN BEBAS ONGKOS KIRIM SELURUH INDONESIA.

BAGAIMANA CARANYA ?

1. Daftar gratis menjadi member Xamthone Plus bersama Bin Muhsin dengan cara klik order di web ini atau SMS ke HP: 081213143797 Tlp: 085227044550 ( *NB: menjadi gratis karena semua biaya pendaftaran sebesar Rp.1.425.000,- ditanggung Bin Muhsin Group)

2. Barulah melakukan order 30 botol Xamthone Plus via web ini atau SMS ke HP: 081213143797 Tlp: 085227044550

3. Anda juga bisa langsung order via web ini dan tranfer ke Bin Muhsin Group

MAKA SESUAI TESTIMONI DENGAN TIGA PAKET XAMTHONE PLUS DARI BIN MUHSIN BISA SEMBUH TOTAL DARI DERITA LEUKEMIA / KANKER DARAH (*syarat ketentuan berlaku)
Detail Produk:

Tayen Syah (42) tahun, asal Jakarta dan Aldrina Dewi Hartono (41) tahun yang juga asal Jakarta memberikan kesaksian luar biasa bagi kita semua. Mereka adalah orang tua dari Steven Nurdiansyah (12) yang menderita Leukemia Akut Myelogenous atau Acute Myelogenous Leukemia (AML) dan Leukemia Akut Lymphoblastic atau Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL).

Leukemia Akut Lymphoblastic adalah suatu penyakit yang berakibat fatal, dimana sel-sel yang dalam keadaan normal berkembang menjadi limfosit berubah menjadi ganas dan dengan segera akan menggantikan sel-sel normal di dalam sumsum tulang. Umumnya terjadi pada anak-anak usia di bawah 15 tahun.

Sedangkan Myelogenous Leukemia Akut lebih sering diderita oleh orang-orang dewasa dibandingkan anak-anak, dan lebih sering pada pria daripada wanita. AML diobati dengan kemoterapi. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun adalah 40%. Subtipe dari AML meliputi promyelocytic leukemia akut, leukemia myeloblastic akut, dan leukemia akut megakaryoblastic.

Kisah Steven Melawan Kanker Leukemia AML & ALL

"Gejala awalnya hanya sakit perut, saya pikir itu sakit perut biasa, ternyata setelah diperiksa lebih lanjut di beberapa rumah sakit dan laboratorium di Jakarta, Steven divonis menderita Leukemia," tutur Tayen saat membuka kisah putranya dalam melawan salah satu penyakit mematikan ini.

Setelah beberapa hari dirawat di salah satu rumah sakit swasta di bilangan Jakarta Selatan, kondisi Steven tidak berubah. "Karena penanganan medis kepada Steven tidak seperti yang kami harapkan, maka saya berembuk sama keluarga untuk dibawa ke Singapura saja," lanjut Tayen. Setelah sampai di Singapura, esok harinya Steven langsung dibawa ke salah satu rumah sakit terkenal dan ditangani segera oleh para dokter ahli.

Setelah melalui pemeriksaan intensif dari tim dokter ahli akhirnya Steven diketahui mengidap penyakit Leukemia AML dan ALL. "Saya tidak percaya, ko anak saya sakit leukemia 2 jenis sekaligus, oh Tuhan kenapa mesti terjadi pada anak saya. Tetapi sejak di Jakarta saya sudah tahu bahwa Steven menderita leukemia, hanya jenisnya belum diketahui. Steven juga tanya! Pak! Kenapa sedih sekali mukanya, ada apa Pak? Saya tetap tidak beritahu dia, saya hanya bilang, Steven, kamu harus kuat ya, ikuti apa kata Bapak ya, dan Steven mengangguknya," beber ayah 2 putra ini dengan wajah sedih.

Di Singapura kurang lebih 2 bulan lebih Tayen sudah mengeluarkan biaya 1 miliar rupiah lebih untuk mencari kesembuhan putra pertamanya. Namun itu sepertinya sia-sia, karena semakin hari Tayen semakin tidak percaya dengan kenyataan bahwa anaknya tetap terbaring di salah satu rumah sakit kelas atas di negeri singa itu. Kekuatan doa dan dukungan keluarga besar membuat Tayen kuat menghadapi ini semua. Motivasi tiada henti darinya untuk sang putra agar tetap kuat dan semangat dalam melawan penyakit ini.

"Saya yakin Tuhan punya rencana dan kehendak yang berbeda buat saya melalui Steven, bayangkan, seorang anak kecil umur 12 tahun menderita leukemia 2 jenis sekalian, kalau bukan karena campur tangan Tuhan Steven sudah habis semenjak di Jakarta, tapi kenyataannya tidak demikian, Steven sangat tegar dan kuat walau usianya baru 12 tahun. Bahkan di Singapura dia pernah marahin dokter tapi dalam bahasa Indonesia, gimana si dokter ini, rawat Steven ko ngga sembuh-sembuh," kisah Tayen.

Keputusan keluarga bahwa Steven kembali ke Jakarta dan jalani pengobatan di Jakarta. "Kata Ibu saya saat di Singapura, dokter bilang penyakit ini tidak ada obatnya, tapi saya tetap berdoa mencari solusi pengobatan lain. Suatu ketika saya mencoba membuka internet dan syukur Tuhan saya menemukan XAMthone plus. Saya langsung menghubungi agenya dan membelinya," uajrnya.

Selama 2 bulan Steven sudah minum 48 botol XAMthone plus, setelah itu dikombinasikan dengan Madu Kunyit Putih dan Kapsul Temu Putih. Total sampai Agustus tanggal 11 2011 sudah 70 botol XAMthone plus yang diminum oleh Steven. Hasilnya, STEVEN SEMBUH dan sudah bersekolah kembali. "Mujizat itu nyata bagi siapa yang memercayainya," ujar Tayen.

Tuhan telah memakai XAMthone plus untuk membantu Steven keluar dari cobaan maha berat ini, Tuhan telah menguji Steven dengan sangat keras, dan Steven berhasil melaluinya. Steven berterima kasih pada Tuhan yang telah memberkati XAMthone plus.

Sebenarnya masih banyak kisah sedih nan memilukan dari keluarga ini selama mengobati Steven, tetapi tidak kami tuliskan semuanya di sini. Mulai dari pengalaman keluarga Tayen dengan cara penanganan medis terhadap Steven di Jakarta, juga di Singapura, sampai kembali lagi ke Jakarta.

Namun kami meyakini kisah ini sudah cukup memberi kekuatan bagi sesama kita khususnya orang tua atau anak-anak yang mengidap penyakit yang konon bisa membunuh pasiennya dalam hitungan hari. Apa kesimpulan dari kisah ini? Silakan menyimpulkan sendiri, namun 1 poin terpenting dalam kisah ini adalah DOA. Doa mengubah segalanya, dan dengan DOA pulalah Tayen bisa menemukan XAMthone plus, dan akhirnya anaknya juga sembuh. Semoga testimoni bermanfaat bagi kehidupan kita, salam sehat selamanya. Tayen Syah, Jakarta, kepada USB News

Jumat, 17 Desember 2010

Penyakit Leukemia (Kanker Darah) obati dengan xamthone plus

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit mencegah dan mengobati Penyakit Leukemia (Kanker Darah) secara tuntas alami tanpa efek samping.
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Penyakit Leukemia (Kanker Darah)

Leukemia (kanker darah) adalah jenis penyakit kanker yang menyerang sel-sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang atau bone marrow ini dalam tubuh manusia memproduksi tiga type sel darah diantaranya sel darah putih (berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan infeksi), sel darah merah (berfungsi membawa oxygen kedalam tubuh) dan platelet (bagian kecil sel darah yang membantu proses pembekuan darah).

Leukemia umumnya muncul pada diri seseorang sejak dimasa kecilnya, Sumsum tulang tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya telah memproduksi sel darah putih yang berkembang tidak normal atau abnormal. Normalnya, sel darah putih me-reproduksi ulang bila tubuh memerlukannya atau ada tempat bagi sel darah itu sendiri. Tubuh manusia akan memberikan tanda/signal secara teratur kapankah sel darah diharapkan be-reproduksi kembali.

Pada kasus Leukemia (kanker darah), sel darah putih tidak merespon kepada tanda/signal yang diberikan. Akhirnya produksi yang berlebihan tidak terkontrol (abnormal) akan keluar dari sumsum tulang dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Jumlah sel darah putih yang abnormal ini bila berlebihan dapat mengganggu fungsi normal sel lainnya, Seseorang dengan kondisi seperti ini (Leukemia) akan menunjukkan beberapa gejala seperti; mudah terkena penyakit infeksi, anemia dan perdarahan.


Penyakit Leukemia Akut dan Kronis
Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila hal ini tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan kematian dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.


Leukemia diklasifikasikan berdasarkan jenis sel
Ketika pada pemeriksaan diketahui bahwa leukemia mempengaruhi limfosit atau sel limfoid, maka disebut leukemia limfositik. Sedangkan leukemia yang mempengaruhi sel mieloid seperti neutrofil, basofil, dan eosinofil, disebut leukemia mielositik.

Dari klasifikasi ini, maka Leukemia dibagi menjadi empat type sebutan;
1. Leukemia limfositik akut (LLA). Merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih.
2. Leukemia mielositik akut (LMA). Ini lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak. Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.
3. Leukemia limfositik kronis (LLK). Hal ini sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak.
4. Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit.


Penyebab Penyakit Leukemia
Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.
1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.

3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.

4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.


Tanda dan Gejala Penyakit Leukemia
Gejala Leukemia yang ditimbulkan umumnya berbeda diantara penderita, namun demikian secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Anemia. Penderita akan menampakkan cepat lelah, pucat dan bernafas cepat (sel darah merah dibawah normal menyebabkan oxygen dalam tubuh kurang, akibatnya penderita bernafas cepat sebagai kompensasi pemenuhan kekurangan oxygen dalam tubuh).

2. Perdarahan. Ketika Platelet (sel pembeku darah) tidak terproduksi dengan wajar karena didominasi oleh sel darah putih, maka penderita akan mengalami perdarahan dijaringan kulit (banyaknya jentik merah lebar/kecil dijaringan kulit).

3. Terserang Infeksi. Sel darah putih berperan sebagai pelindung daya tahan tubuh, terutama melawan penyakit infeksi. Pada Penderita Leukemia, sel darah putih yang diterbentuk adalah tidak normal (abnormal) sehingga tidak berfungsi semestinya. Akibatnya tubuh si penderita rentan terkena infeksi virus/bakteri, bahkan dengan sendirinya akan menampakkan keluhan adanya demam, keluar cairan putih dari hidung (meler) dan batuk.

4. Nyeri Tulang dan Persendian. Hal ini disebabkan sebagai akibat dari sumsum tulang (bone marrow) mendesak padat oleh sel darah putih.

5. Nyeri Perut. Nyeri perut juga merupakan salah satu indikasi gejala leukemia, dimana sel leukemia dapat terkumpul pada organ ginjal, hati dan empedu yang menyebabkan pembesaran pada organ-organ tubuh ini dan timbulah nyeri. Nyeri perut ini dapat berdampak hilangnya nafsu makan penderita leukemia.

6. Pembengkakan Kelenjar Lympa. Penderita kemungkinan besar mengalami pembengkakan pada kelenjar lympa, baik itu yang dibawah lengan, leher, dada dan lainnya. Kelenjar lympa bertugas menyaring darah, sel leukemia dapat terkumpul disini dan menyebabkan pembengkakan.

7. Kesulitan Bernafas (Dyspnea). Penderita mungkin menampakkan gejala kesulitan bernafas dan nyeri dada, apabila terjadi hal ini maka harus segera mendapatkan pertolongan medis.


Diagnosa Penyakit Leukemia (Kanker Darah)
Penyakit Leukemia dapat dipastikan dengan beberapa pemeriksaan, diantaranya adalah ; Biopsy, Pemeriksaan darah {complete blood count (CBC)}, CT or CAT scan, magnetic resonance imaging (MRI), X-ray, Ultrasound, Spinal tap/lumbar puncture.


Penanganan dan Pengobatan Leukemia
Penanganan kasus penyakit Leukemia biasanya dimulai dari gejala yang muncul, seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Secara garis besar penanganan dan pengobatan Leukemia bisa dilakukan dengan cara single ataupun gabungan dari beberapa metode dibawah ini:

1. Chemotherapy/intrathecal medications
2. Therapy Radiasi. Metode ini sangat jarang sekali digunakan
3. Transplantasi bone marrow (sumsum tulang)
4. Pemberian obat-obatan tablet dan suntik
5. Transfusi sel darah merah atau platelet.

Kamis, 18 November 2010

LEUKIMIA

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit MENCEGAH DAN MENGOBATI LEUKIMIA.
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Leukemia (pronounced loo-KEE-mee-uh) is a form of cancer (see cancer entry) in which the body produces too many white blood cells. Many forms of leukemia have been identified. They are divided into two general types: acute and chronic. An acute condition comes on fairly quickly. A chronic disorder develops more slowly over time.

Read more: Definition - Leukemia - blood, body, disorder, chronic, white http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Definition.html#ixzz15hAs51Nk

Blood contains three types of cells: red blood cells, white blood cells, and platelets (pronounced PLATE-lits). Each type of cell has a special function in the body. Red blood cells carry oxygen from the lungs to the rest of the body. White blood cells fight invading organisms, such as bacteria and viruses. Platelets are involved in the process of blood clotting.

All blood cells form in the soft tissue that fills the center of bones. This tissue is called bone marrow. All three types of blood cells arise out of a primitive type of cell known as a stem cell. A stem cell can develop into a red blood cell, a white blood cell, or a platelet, depending on conditions.

Leukemia is caused by the overproduction of white blood cells. This has two effects on the body. First, the white blood cells may not mature properly as they develop. They may lack the ability to kill foreign bodies in the bloodstream. This defect seriously damages the immune system and the body loses its ability to fight off infections.

Second, so many white blood cells may form that they pack the bone marrow until there is not enough room for red blood cells and platelets to develop. Without red blood cells, the body's cells do not get enough oxygen, and the condition known as anemia (see anemias entry) develops. Anemia is characterized by general weakness, headache, pale skin, and dizziness. It can become a life-threatening disorder. Without platelets, blood cannot clot properly and simple injuries can lead to serious blood loss.

There are three types of white blood cells. Each has a special role to play in the immune system. The three types are granulocytes (pronounced GRAN-yuh-lo-site), lymphocytes (pronounced LIM-fuh-sites), and monocytes (pronounced MON-uh-sites). Leukemia may result in the overproduction of any one type of white blood cell. Each type of leukemia is named for two characteristics:

  • Whether it is acute or chronic
  • Whether it affects granulocytes, lymphocytes, or monocytes

Acute:

A condition that comes on fairly quickly.

Bone marrow:

Soft, spongy material found in the center of bones.

Bone marrow biopsy:

A procedure by which a sample of bone marrow is removed and studied under a microscope.

Bone marrow transplantation:

A procedure in which healthy bone marrow is injected into a leukemia patient's bones.

Chronic:

A condition that develops slowly and lasts a long time or is reoccuring.

Immune system:

A network of organs, tissues, cells, and chemicals designed to fight off foreign invaders, such as bacteria and viruses.

Lumbar puncture:

A procedure in which a thin needle is inserted into the space between vertebrae in the spine and a sample of cerebrospinal fluid is withdrawn for study under a microscope.

Platelets:

Blood cells that assist in the process of blood clotting.

Red blood cells:

Blood cells that carry oxygen from the lungs to the rest of the body.

Stem cells:

Immature blood cells formed in bone marrow.

White blood cells:

Blood cells that fight invading organisms, such as bacteria and viruses.

For example, one form of leukemia develops very slowly. It results in the overproduction of granulocytes. That form of leukemia is called chronic granulocytic leukemia. The same disease is also known by another name, chronic myelogenous (pronounced my-uh-LAJ-uh-nuhs) leukemia.

Another form of leukemia occurs rapidly. It results in the overproduction of lymphocytes. That form of leukemia is called acute lymphocytic leukemia.

Leukemias account for about 2 percent of all cancers. It is the most common form of cancer among children. For that reason, leukemia is sometimes called a disease of childhood. However, leukemias affect nine times as many adults as children. Half of all cases of the disease occur in people over sixty. The incidence of acute and chronic leukemias is about the same.



Read more: Description - Leukemia - blood, body, effects, children, disorder, chronic, skin, white, adults http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Description.html#ixzz15hB1bL4u

No one knows what causes leukemia. Researchers have strong suspicions about four possible causes, however. They are radiation, chemicals, viruses, and genetic factors.

  • Radiation. The term "radiation" refers to various forms of energy, such as X rays and ultraviolet (UV) light found in sunlight. Radiation can tear chemicals apart, thus damaging or destroying cells. Some researchers believe that exposure to radiation can cause some forms of leukemia.
  • Chemicals. Some types of chemicals are known to be carcinogens (pronounced car-SIN-o-genz). A carcinogen is anything that can cause cancer. Chemicals can cause cancer by damaging cells and the substances within them.
  • Viruses. Some researchers believe that some types of leukemia are viral infections. A virus is a very small organism that can cause a disease. The link between viruses and leukemia is strong in some cases, but it has not been proved.
  • Genetics. Leukemia tends to occur in some families more commonly than in others. This suggests that at least some forms of leukemia may be hereditary.

The symptoms of leukemia are generally vague. A patient may experience all or some of the following symptoms:

  • Weakness or chronic fatigue
  • Fever of unknown origin
  • Unexplained weight loss
  • Frequent bacterial or viral infections
  • Headaches
  • Skin rash
  • Bone pain with no known cause
  • Easy bruising
  • Bleeding from gums and nose
  • Blood in urine or stools
  • Enlarged lymph nodes and/or spleen
  • Fullness in the stomach



Read more: Symptoms - Leukemia - blood, pain, body, rash, chronic, skin, stomach, fever http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Symptoms.html#ixzz15hBBWy1W

The first step in diagnosing leukemia occurs when a patient sees a doctor for one or more of the described symptoms. The doctor must then try to find the cause of these symptoms. The doctor first performs tests to rule out other medical conditions.

The first specific test for leukemia is likely to be a blood test. A blood test shows the relative amounts of red and white blood cells. An unusually large number of white blood cells might suggest the possibility of leukemia.

A more specific test is a bone marrow biopsy. A bone marrow biopsy is conducted with a long, thin needle that is inserted into the marrow of a bone. A bone in the hip or chest is usually chosen for this procedure. A sample of

the bone marrow is removed and studied under a microscope. The presence of abnormal blood cells is the basis for diagnosing leukemia.

If there is still doubt, an additional test may be performed. This test is a lumbar puncture (spinal tap). In a lumbar puncture, a thin needle is inserted into the space between vertebrae in the patient's spine. A sample of cerebrospinal fluid is withdrawn. Cerebrospinal fluid is a liquid that surrounds the tissues in the brain and spine. The presence of abnormal blood cells indicates that the patient has leukemia.

Treatment of leukemia takes place in two steps. The goal of the first step is to bring the disease into remission. Remission means two things. First, no symptoms of the disease remain. Second, no abnormal white blood cells can be found in bone marrow. Two forms of treatment are used in this first step: chemotherapy and radiation.

Chemotherapy involves the use of certain chemicals that can kill cancer cells. These chemicals may be given orally (by mouth) or intravenously (through a vein in the arm).

Bone marrow transplantation (BMT) works only under very special circumstances. Specifically, bone marrow from a donor and a patient must match very closely. Usually this means the donor must be related to the patient, but not always. Sometimes non-relatives will also have very close matches. The question is how to find those non-relatives.

The task is not as easy as making a public announcement on the radio or television or in the newspaper. Experts estimate that the chance of the bone marrow of two unrelated people matching is somewhere between 1 in 10,000 to 1 in 20,000. How can doctors find that very rare person who can donate bone marrow to a patient?

Until the 1980s, there was no good answer to that question. Then, bone marrow transplant registries started springing up around the world. A bone marrow transplant registry is an office that keeps records of people's bone marrow types. In the United States, the National Bone Marrow Donor Registry (NBMDR) was created in 1986. People who wish to be considered as bone marrow donors must have a blood test. The results of that test are recorded at the NBMDR. When a leukemia patient needs a BMT, records are searched at the NBMDR. With luck, a good match is found and a bone marrow transplant can be conducted.

Radiation involves the use of high-energy rays, such as X rays, to kill cancer cells. A common source of radiation used to treat leukemia is the radioactive element cobalt 60. A radioactive element is an element that gives off high-energy radiation. A patient is placed on a table beneath a small piece of cobalt 60 contained in a large machine. The energy given off by the cobalt 60 is aimed at the patient's body. It kills cancer cells and may lead to remission.

Once remission has been achieved, treatment moves to the second step. The goal of this step is to treat the patient's bone marrow. Unless the bone marrow is changed, it will continue to produce abnormal white blood cells and the leukemia will eventually return.

The usual method for treating bone marrow is with a bone marrow transplantation. In a bone marrow transplantation, healthy bone marrow is injected into the patient's bones. If the transplantation is successful, the new bone marrow will start producing normal blood cells and the basic cause of leukemia will have been corrected.

Bone marrow transplantation is a difficult procedure. The bone marrow injected into a patient must be very similar to his or her own bone marrow. For this reason, close relatives may be the only people who can donate bone marrow for the procedure.

If foreign bone marrow is used for transplantation, the patient's immune system will attack it as if the transplanted bone marrow is a bacterium, virus, or some other disease-causing organism. In the process, the patient's immune system may start to kill off the cells in his or her body. There are drugs that can prevent this type of immune system reaction, but the drugs are quite dangerous and have serious side effects.

Alternative Treatment

Many alternative treatments are available that may prove helpful in combating the side effects of traditional cancer therapies. These alternatives, however, should not replace prescribed cancer treatments; rather, they are suggested to work in conjunction with conventional treatment.

Body work therapy such as acupuncture (Chinese therapy involving the use of fine needles), acupressure (Chinese therapy that involves applying pressure to certain points in the body), reflexology, and massage may help calm the patient and reduce stress. Relaxation techniques such as yoga and meditation may relieve nausea and discomfort. An exercise program, designed in consultation with a physician, may help promote physical and mental strength. A well-balanced diet high in fresh fruits and vegetables and whole grains and low in fats, sugar, and alcohol is suggested for overall well-being.



Read more: Treatment - Leukemia - blood, body, low, effects, virus, high, white, disease http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Treatment.html#ixzz15hBMIxAN

The prognosis for various forms of leukemia varies widely. Three important factors are the patient's age and general health, and the time since diagnosis. That is, younger patients who are otherwise in good health have the best chance for survival if their leukemia is diagnosed early.

Prognosis also varies depending on the form of leukemia. In general, patients with chronic forms of the disease tend to live longer than those with acute forms. The average survival rate for patients with chronic leukemia is about nine years. By contrast, only about half of all patients with acute myelogenous leukemia survive five years. For acute lymphocytic leukemia, the survival rate is even less.

Medical progress has greatly improved the prognosis for leukemia over the past thirty years. Surgeons are becoming much more proficient at bone marrow transplantations. As a result, more and more patients face the possibility not only of remission but also a cure.



Read more: Prognosis - Leukemia - body, cure, chronic, disease, health http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Prognosis.html#ixzz15hBUGuYj

Books

Dollinger, Malin. Everyone's Guide to Cancer Therapy. Toronto: Somerville House Books, Ltd., 1994.

Murphy, Gerald P. Informed Decisions: The Complete Book of Cancer Diagnosis, Treatment and Recovery. Atlanta, GA: American Cancer Society, 1997.

Siegel, Dorothy Schainman, and David E. Newton. Leukemia. New York: Franklin Watts, 1994.

Organizations

American Cancer Society. 1599 Clifton Road NE, Atlanta, GA 30329. (800) 227–2345. http://www.cancer.org .

Cancer Care, Inc. 1180 Avenue of the Americas. New York, NY 10036. (800) 813–HOPE. http://www.cancercareinc.org .

Cancer Research Institute. 681 Fifth Avenue, New York, NY 10022. (800) 992–2623. http://www.cancerresearch.org .

Leukemia Society of America, Inc. 600 Third Avenue, New York, NY 10016. (800) 955-4572. http://www.leukemia.org .

National Cancer Institute. 31 Center Drive, Bethesda, MD 20892–2580. (800) 4–CANCER. http://www.nci.nih.gov .



Read more: For more information - Leukemia - body, care http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-For-more-information.html#ixzz15hBd0y8f

=======

Leukemia (diucapkan loo-KEE-mee-uh) adalah bentuk kanker (lihat entri kanker) di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak sel darah putih. Banyak bentuk leukemia telah diidentifikasi. Mereka dibagi menjadi dua jenis umum: akut dan kronis. Kondisi akut datang di cukup cepat. Sebuah gangguan kronis berkembang lebih lambat dari waktu ke waktu.

Selengkapnya: Definisi - Leukemia - darah, tubuh, gangguan, kronis, ixzz15hAs51Nk http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Definition.html # putih
Darah mengandung tiga jenis sel: sel darah merah, sel darah putih, dan platelet (diucapkan PLAT-lits). Setiap jenis sel memiliki fungsi khusus dalam tubuh. Sel darah merah membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh. Sel darah putih melawan invasi organisme, seperti bakteri dan virus. Platelet terlibat dalam proses pembekuan darah.
Semua sel darah terbentuk dalam jaringan lunak yang mengisi pusat tulang. jaringan ini disebut sumsum tulang. Semua tiga jenis sel darah timbul dari tipe primitif sel dikenal sebagai sel batang. Sebuah sel induk dapat berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih, atau platelet, tergantung pada kondisi.
Leukemia adalah disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Ini memiliki dua efek pada tubuh. Pertama, sel-sel darah putih tidak matang dengan baik ketika mereka berkembang. Mereka mungkin tidak memiliki kemampuan untuk membunuh benda asing dalam aliran darah. Ini cacat serius merusak sistem kekebalan tubuh dan tubuh kehilangan kemampuannya untuk melawan infeksi.
Kedua, begitu banyak sel darah putih dapat membentuk bahwa mereka pak sumsum tulang sampai tidak ada cukup ruang untuk sel darah merah dan platelet untuk berkembang. Tanpa sel darah merah, sel-sel tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup, dan kondisi yang dikenal sebagai anemia (lihat entri anemi) berkembang.Anemia ditandai dengan kelemahan umum, sakit kepala, kulit pucat, dan pusing. Hal ini dapat menjadi gangguan yang mengancam nyawa. Tanpa trombosit, darah tidak dapat membeku dengan baik dan luka sederhana dapat menyebabkan kehilangan darah yang serius.
Ada tiga jenis sel darah putih. Masing-masing memiliki peran khusus untuk bermain dalam sistem kekebalan tubuh. Ketiga tipe granulosit (diucapkan GRAN-Yuh-lo-situs), limfosit (diucapkan LIM-Fuh-situs), dan monosit (diucapkan MON-uh-situs). Leukemia dapat mengakibatkan kelebihan produksi dari satu jenis sel darah putih. Setiap jenis leukemia adalah nama untuk dua karakteristik:
• Apakah itu akut atau kronis
• Apakah itu mempengaruhi granulosit, limfosit, atau monosit
Akut:
Sebuah kondisi yang datang pada cukup cepat.
Sumsum tulang:
Lembut, bahan spons ditemukan di pusat tulang.
Biopsi sumsum tulang:
Prosedur dimana sampel dari sumsum tulang akan dihapus dan belajar di bawah mikroskop.
Transplantasi sumsum tulang:
Prosedur di mana sumsum tulang yang sehat disuntikkan ke tulang pasien leukemia's.
Kronis:
Sebuah kondisi yang berkembang perlahan-lahan dan berlangsung lama atau reoccuring.
Sistem kekebalan:
Sebuah jaringan organ, jaringan, sel, dan bahan kimia yang dirancang untuk melawan penjajah asing, seperti bakteri dan virus.
Lumbar tusukan:
Suatu prosedur dimana sebuah jarum tipis dimasukkan ke dalam ruang antara tulang di tulang belakang dan sampel cairan cerebrospinal ditarik untuk belajar di bawah mikroskop.
Trombosit:
sel-sel darah yang membantu dalam proses pembekuan darah.
Sel darah merah:
Sel darah yang membawa oksigen dari paru ke seluruh tubuh.
Stem sel:
Belum menghasilkan sel darah dibentuk di sumsum tulang.
Sel darah putih:
sel-sel darah yang melawan invasi organisme, seperti bakteri dan virus.
Sebagai contoh, salah satu bentuk leukemia berkembang sangat lambat. Hal ini mengakibatkan kelebihan produksi dari granulosit. Itu berupa leukemia disebut leukemia granulocytic kronis. Penyakit yang sama juga dikenal dengan nama lain, kronis myelogenous (dibaca-saya-laj uh-uh-nuhs) leukemia.
Bentuk lain dari leukemia terjadi dengan cepat. Hal ini mengakibatkan kelebihan produksi limfosit. Itu berupa leukemia disebut leukemia limfositik akut.
Leukemia account selama sekitar 2 persen dari semua kanker. Ini adalah bentuk paling umum kanker di kalangan anak-anak. Untuk alasan itu, leukemia kadang-kadang disebut penyakit masa kanak-kanak. Namun, leukemia mempengaruhi sembilan kali lebih banyak orang dewasa sebagai anak-anak. Setengah dari semua kasus penyakit terjadi pada orang di atas enam puluh. Insiden leukemia akut dan kronis adalah hampir sama.


Baca lebih lanjut: Deskripsi - Leukemia - darah, tubuh, efek, anak-anak, gangguan, kronis, kulit, putih, orang dewasa http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Description.html # ixzz15hB1bL4u
Tak seorang pun tahu apa yang menyebabkan leukemia. Para peneliti telah kecurigaan kuat tentang empat kemungkinan penyebab, namun. Mereka adalah radiasi, bahan kimia, virus, dan faktor genetik.
• Radiasi. The "radiasi" merujuk pada berbagai bentuk energi, seperti sinar X dan ultraviolet (UV) sinar ditemukan di sinar matahari. Radiasi bisa robek kimia terpisah, sehingga merusak atau menghancurkan sel. Beberapa peneliti percaya bahwa paparan radiasi dapat menyebabkan beberapa bentuk leukemia.
• Kimia. Beberapa jenis bahan kimia yang diketahui karsinogen (mobil-diucapkan SIN-o-genz). karsinogen adalah segala sesuatu yang dapat menyebabkan kanker. Bahan kimia dapat menyebabkan kanker dengan merusak sel-sel dan zat-zat di dalamnya.
• Virus. Beberapa peneliti percaya bahwa beberapa jenis leukemia adalah infeksi virus.Virus adalah organisme yang sangat kecil yang dapat menyebabkan penyakit.Hubungan antara virus dan leukemia yang kuat dalam beberapa kasus, tetapi belum terbukti.
• Genetika. Leukemia cenderung terjadi di beberapa keluarga lebih sering dari pada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa bentuk leukemia dapat keturunan.
Gejala leukemia umumnya samar-samar. Seorang pasien dapat mengalami semua atau beberapa gejala berikut:
• Kelemahan atau kelelahan kronis
• Demam yang tidak diketahui asalnya
• Unexplained berat badan
• infeksi bakteri atau virus Sering
• Sakit kepala
• Kulit ruam
• Nyeri tulang tanpa diketahui penyebabnya
• Mudah memar
• Pendarahan dari gusi dan hidung
• darah dalam urin atau tinja
• Pembesaran kelenjar getah bening dan / atau limpa
• Kepenuhan di perut


Baca selengkapnya: Gejala - Leukemia - darah, sakit, tubuh, ruam, kronis, kulit, perut, demam http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Symptoms.html # ixzz15hBBWy1W
Langkah pertama dalam mendiagnosis leukemia terjadi ketika pasien melihat dokter untuk satu atau lebih gejala dijelaskan. Dokter kemudian harus berusaha untuk menemukan penyebab gejala ini. Dokter pertama yang melakukan tes untuk menyingkirkan kondisi-kondisi medis lainnya.
Tes spesifik terlebih dahulu untuk leukemia kemungkinan tes darah. Sebuah tes darah menunjukkan jumlah relatif dari sel darah merah dan putih. Suatu jumlah yang luar biasa besar sel darah putih mungkin menyarankan kemungkinan leukemia.
Sebuah tes yang lebih spesifik adalah biopsi sumsum tulang. Biopsi sumsum tulang dilakukan dengan jarum, panjang dan tipis yang dimasukkan ke dalam sumsum tulang.Sebuah tulang di pinggul atau dada biasanya dipilih untuk prosedur ini. Contoh
sumsum tulang diangkat dan belajar di bawah mikroskop. Kehadiran sel-sel darah abnormal adalah dasar untuk mendiagnosis leukemia.
Jika masih ada keraguan, tes tambahan mungkin dilakukan. Tes ini pungsi lumbal (tekan tulang belakang). Pada pungsi lumbal, jarum tipis dimasukkan ke dalam ruang antara tulang di tulang belakang pasien. Sebuah sampel cairan cerebrospinal ditarik.cairan serebrospinal adalah cairan yang mengelilingi jaringan di otak dan tulang belakang. Kehadiran sel-sel darah abnormal menunjukkan bahwa pasien telah leukemia.
Pengobatan leukemia terjadi dalam dua langkah. Tujuan dari langkah pertama adalah untuk membawa penyakit ke dalam pengampunan. Remisi berarti dua hal. Pertama, tidak ada gejala penyakit tetap. Kedua, tidak ada sel-sel darah putih abnormal dapat ditemukan di sumsum tulang. Dua bentuk pengobatan yang digunakan dalam langkah pertama: kemoterapi dan radiasi.
Kemoterapi melibatkan penggunaan bahan kimia tertentu yang dapat membunuh sel kanker. Bahan kimia ini dapat diberikan secara oral (melalui mulut) atau intravena (melalui pembuluh darah di lengan).
Transplantasi sumsum tulang (BMT) bekerja hanya dalam keadaan yang sangat khusus.Secara khusus, sumsum tulang dari donor dan pasien harus sesuai sangat erat.Biasanya ini berarti donor harus terkait dengan pasien, tetapi tidak selalu. Kadang-kadang non-kerabat juga akan memiliki pertandingan sangat dekat. Pertanyaannya adalah bagaimana menemukan orang-kerabat non.
Tugas ini tidak semudah membuat pengumuman publik tentang radio atau televisi atau di koran. Para ahli memperkirakan bahwa kesempatan dari sumsum tulang dari dua mencocokkan orang yang tidak berhubungan adalah suatu tempat antara 1 dalam 10.000 banding 1 dalam 20.000. Bagaimana bisa dokter menemukan bahwa orang yang sangat langka yang bisa menyumbangkan sumsum tulang untuk pasien?
Sampai tahun 1980-an, tidak ada jawaban yang baik untuk pertanyaan itu. Kemudian, pendaftar transplantasi sumsum tulang mulai bermunculan di seluruh dunia. Sebuah registri transplantasi sumsum tulang adalah kantor yang membuat catatan jenis tulang sumsum rakyat. Di Amerika Serikat, National Bone Marrow Donor Registry (NBMDR) telah dibuat pada tahun 1986. Orang yang ingin dianggap sebagai donor sumsum tulang harus memiliki tes darah. Hasil uji yang tercatat di NBMDR itu. Ketika seorang pasien leukemia membutuhkan sebuah BMT, catatan dicari di NBMDR itu. Dengan sedikit keberuntungan, cocok ditemukan dan transplantasi sumsum tulang dapat dilakukan.
Radiasi melibatkan penggunaan sinar energi tinggi, seperti sinar X, untuk membunuh sel-sel kanker. Sumber umum dari radiasi yang digunakan untuk mengobati leukemia adalah unsur radioaktif cobalt 60. Unsur radioaktif merupakan elemen yang memberi dari radiasi energi tinggi. Seorang pasien diletakkan di atas meja di bawah sepotong kecil dari kobalt 60 terkandung dalam sebuah mesin besar. Energi yang dilepaskan oleh 60 kobalt ditujukan pada tubuh pasien. Ini membunuh sel kanker dan dapat menyebabkan remisi.
Setelah remisi telah dicapai, pengobatan bergerak ke langkah kedua. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengobati sumsum tulang pasien. Kecuali sumsum tulang diubah, itu akan terus memproduksi sel darah putih abnormal dan leukemia pada akhirnya akan kembali.
Metode yang biasa digunakan untuk mengobati sumsum tulang adalah dengan transplantasi sumsum tulang. Dalam transplantasi sumsum tulang, sumsum tulang yang sehat disuntikkan ke tulang pasien. Jika transplantasi berhasil, sumsum tulang baru akan mulai memproduksi sel darah normal dan penyebab dasar leukemia akan telah diperbaiki.
transplantasi sumsum tulang adalah prosedur yang sulit. Sumsum tulang disuntikkan ke pasien harus sangat mirip dengan sumsum tulang sendiri. Untuk alasan ini, kerabat dekat mungkin satu-satunya orang yang bisa menyumbangkan sumsum tulang untuk prosedur ini.
Jika sumsum tulang asing digunakan untuk transplantasi, sistem kekebalan tubuh pasien akan menyerang seolah-olah transplantasi sumsum tulang adalah bakteri, virus, atau organisme penyebab penyakit lainnya. Dalam prosesnya, sistem kekebalan tubuh pasien dapat mulai untuk membunuh sel-sel dalam tubuh nya. Ada obat yang bisa mencegah jenis reaksi sistem kekebalan tubuh, tetapi obat tersebut cukup berbahaya dan memiliki efek samping yang serius.
Pengobatan Alternatif
Banyak pengobatan alternatif yang tersedia yang bisa membantu dalam memerangi efek samping dari terapi kanker tradisional. Alternatif-alternatif ini, bagaimanapun, tidak harus mengganti pengobatan kanker yang ditentukan, melainkan, mereka disarankan untuk bekerja sama dengan pengobatan konvensional.
terapi bekerja Tubuh seperti akupunktur (terapi Cina yang melibatkan penggunaan jarum halus), akupresur (terapi Cina yang melibatkan dapat menekan titik-titik tertentu dalam tubuh), refleksi, dan pijat dapat membantu menenangkan pasien dan mengurangi stres. Teknik relaksasi seperti yoga dan meditasi bisa menghilangkan mual dan ketidaknyamanan. Suatu program latihan, dirancang melalui konsultasi dengan dokter, dapat membantu meningkatkan kekuatan fisik dan mental. Diet seimbang yang tinggi dalam buah-buahan segar dan sayuran dan biji-bijian dan rendah lemak, gula, dan alkohol disarankan untuk keseluruhan kesejahteraan.


Baca selengkapnya: Perawatan - Leukemia - darah, tubuh, rendah, efek, virus, tinggi, putih, penyakit http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Treatment.html # ixzz15hBMIxAN
Prognosis untuk berbagai bentuk leukemia sangat bervariasi. Tiga faktor penting adalah usia pasien dan kesehatan umum, dan waktu sejak diagnosis. Artinya, pasien yang lebih muda yang dinyatakan dalam kesehatan yang baik memiliki kesempatan terbaik untuk bertahan hidup jika leukemia mereka didiagnosis dini.
Prognosis juga bervariasi tergantung pada bentuk leukemia. Secara umum, pasien dengan bentuk penyakit kronis cenderung hidup lebih lama dibandingkan dengan bentuk akut. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata untuk pasien dengan leukemia kronis adalah sekitar sembilan tahun. Sebaliknya, hanya sekitar setengah dari semua pasien dengan leukemia akut myelogenous bertahan lima tahun. Untuk leukemia limfositik akut, tingkat kelangsungan hidup bahkan kurang.
kemajuan medis telah meningkatkan prognosis untuk leukemia selama tiga puluh tahun terakhir. Ahli bedah menjadi lebih mahir pada transplantasi sumsum tulang. Akibatnya, semakin banyak pasien menghadapi kemungkinan tidak hanya pengampunan tapi juga obat.


Baca lebih lanjut: Prognosis - Leukemia - tubuh, menyembuhkan, kronis, penyakit, kesehatan http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-Prognosis.html # ixzz15hBUGuYj
Buku
Dollinger, Malin. Semua orang Panduan untuk Terapi Kanker. Toronto: Somerville House Buku, Ltd, 1994.
Murphy, Gerald P. Keputusan Informasi: Buku Lengkap Kanker, Diagnosa Pengobatan dan Pemulihan. Atlanta, GA: American Cancer Society, 1997.
Siegel, Schainman Dorothy, dan David E. Newton. Leukemia. New York: Franklin Watts, 1994.
Organisasi
American Cancer Society. 1599 Clifton Road NE, Atlanta, GA 30329. (800) 227-2345.http://www.cancer.org.
Cancer Care, Inc 1180 Avenue of the Americas. New York, NY 10036. (800) 813-HOPE. http://www.cancercareinc.org.
Cancer Research Institute. 681 Fifth Avenue, New York, NY 10022. (800) 992-2623.http://www.cancerresearch.org.
Leukemia Society of America, Inc 600 Avenue Ketiga, New York, NY 10016. (800) 955-4572. http://www.leukemia.org.
National Cancer Institute. 31 Center Drive, Bethesda, MD 20892-2580. (800) 4-CANCER. http://www.nci.nih.gov.


Baca selengkapnya: Untuk informasi lebih lanjut - Leukemia - tubuh, http://www.faqs.org/health/Sick-V3/Leukemia-For-more-information.html perawatan # ixzz15hBd0y8f

PENYAKIT LEUKIMIA

XAMTHONE PLUS Jus manggis untuk segala penyakit INSYA ALLAH MENCEGAH DAN MENYEMBUHKAN PENYAKIT LEUKIMIA. Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendsterbinmuhsin_group@yahoo.co.id
===

Leukemia; dalam bahasa Yunani leukos "putih"; aima , "darah"), atau lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan penyakit dalam klasifikasi kanker (istilah medis: neoplasma) pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid, umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih) [1]. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.

Pada tahun 2000, terdapat sekitar 256,000 anak dan dewasa di seluruh dunia menderita penyakit sejenis leukemia, dan 209,000 orang diantaranya meninggal karena penyakit tersebut, [2] Hampir 90% dari semua penderita yang terdiagnosa adalah dewasa. [3]

Prevalensi empat tipe utama

Dengan mengombinasikan dua klasifikasi pertama, maka leukemia dapat dibagi menjadi:

§ Leukemia limfositik akut (LLA) merupakan tipe leukemia paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini juga terdapat pada dewasa yang terutama telah berumur 65 tahun atau lebih

§ Leukemia mielositik akut (LMA) lebih sering terjadi pada dewasa daripada anak-anak.Tipe ini dahulunya disebut leukemia nonlimfositik akut.

§ Leukemia limfositik kronis (LLK) sering diderita oleh orang dewasa yang berumur lebih dari 55 tahun. Kadang-kadang juga diderita oleh dewasa muda, dan hampir tidak ada pada anak-anak

§ Leukemia mielositik kronis (LMK) sering terjadi pada orang dewasa. Dapat juga terjadi pada anak-anak, namun sangat sedikit

Tipe yang sering diderita orang dewasa adalah LMA dan LLK, sedangkan LLA sering terjadi pada anak-anak.

===

Leukemia atau kanker darah adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.

Kata leukemia berarti darah putih, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya

Penyebab leukemia

Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti

Radiasi

Radiasi dapat meningkatkan frekuensi LMA dan LMA. Tidak ada laporan mengenai hubungan antara radiasi dengan LLK. Beberapa laporan yang mendukung:

Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia

Penderita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia

Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang

Faktor leukemogenik

Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia:

Racun lingkungan seperti benzena

Bahan kimia industri seperti insektisida

Obat untuk kemoterapi

Virus

Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.

Manifestasi klinik

Manifestasi leukemia akut merupakan akibat dari komplikasi yang terjadi pada neoplasma hematopoetik secara umum. Namun setiap leukemia akut memiliki ciri khasnya masing-masing. Secara garis besar, leukemia akut memiliki 3 tanda utama yaitu:

Jumlah sel di perifer yang sangat tinggi, sehingga menyebabkan terjadinya infiltrasi jaringan atau leukostasis

Penggantian elemen sumsum tulang normal yang dapat menghasilkan komplikasi sebagai akibat dari anemia, trombositopenia, dan leukopenia

Pengeluaran faktor faali yang mengakibatkan komplikasi yang signifikan

Alat diagnosa

Leukemia akut dapat didiagnosa melalui beberapa alat, seperti:

Pemeriksaan morfologi: darah tepi, aspirasi sumsum tulang, biopsi sumsum tulang

Pewarnaan sitokimia

Immunofenotipe

Sitogenetika

Diagnostis molekuler